Serpong > Kesehatan

Setelah Jupe Meninggal, Warga Tangerang Antusias Tanya Soal Kanker Serviks

Minggu, 13 Agustus 2017 11:51 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Handrian

Suasana sosialisasi kangker serviks di RSU Siloam Karawaci Tangerang.
Suasana sosialisasi kangker serviks di RSU Siloam Karawaci Tangerang.
Foto : Handrian

Share this








Saat ini banyak penderita kanker serviks yang baru memeriksakan kesehatan mulut rahimnya setelah masuk stadium lanjut.

TANGSEL – Kanker serviks atau kanker mulut rahim merupakan penyakit mematikan yang mengancam kaum perempuan. Sayangnya, kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini terhadap penyakit ini masih rendah.

Hal itu disampaikan oleh Dokter Spesialis Obgyn RSU Siloam, Lippo Village, dr Dyana Safitri Velies Sp.OG, Mkes, dalam sosialisasi pentingnya deteksi dini kesehatan mulut rahim, Minggu (13/8/2017).

Dia mengatakan, saat ini banyak penderita kanker serviks yang baru memeriksakan kesehatan mulut rahimnya setelah masuk stadium lanjut. "Karena tidak melakukan deteksi dini, lumayan banyak pasien datang dalam keadaan stadium lanjut," ujarnya.

Menurutnya dalam sebulan, tak lebih dari sepuluh pasien baru datang untuk berkonsultasi terkait kesehatan mulut rahim. Sementara sisanya, datang setelah terinveksi pada stadium 3 keatas. 

"Maka dia harus di kemo radiasi, sedihnya mereka memiliki angka harapan hidup untuk lima tahun selanjutnya hanya tinggal 5 sampai 25 persen, jadi sangat kecil," jelasnya.

Padahal kata dia, saat ini sudah banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi penyakit kanker mulut rahim tersebut. "Ada ifa, Papsmear dan terbaru ini ada HPV DNA. Deteksi dini ini juga bisa dilakukan mulai dari puskesmas, jadi masih sangat terjangkau untuk tetap sehat," ujarnya.

Meski begitu, kata dia, saat ini kesadaran masyarakat mulai meningkat saat ada kasus kematian artis Julia Perez karena kanker serviks. Sejak saat itu, mulai banyak masyarakat berdatangan untuk mendapat informasi lengkap tentang serviks. 

"Setelah Jupe meninggal banyak yang nanyain, banyak orang mulai bertanya bagaimana saya mesti papsmear, kapan saya mulai papsmear atau vaksinnya apa -apa saja jadi orang mulai nanya. Ya mungkin ini hikmahnya dari kabar duka itu," tandasnya.