Serpong > Kesehatan

Gara-Gara Jupe, Warga Tangerang Antusias Tanya Soal Kanker Serviks

Minggu, 13 Agustus 2017 14:13 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : Handrian

Ilustrasi kanker serviks
Ilustrasi
Foto : istimewa

Share this








Gara-gara almarhumah artis Julia Perez, warga Tangerang antusias bertanya kanker serviks termasuk cara mendeteksi penyakit tersebut.

TANGSEL – Kanker serviks atau kanker mulut rahmi merupakan penyakit mematikan yang mengancam para wanita. Akan tetapi, kesadaran para wanita untuk melakukan deteksi dini terhadap penyakit ini masih rendah.

Hal itu disampaikan oleh Dokter Spesialis Obgyn RSU Siloam, Lippo Village dr Dyana Safitri Velies Sp.OG, MKes dalam sosialisasi pentingnya deteksi dini kesehatan mulut rahim, Minggu (13/8/2017)

Ia mengatakan, hal itu terbukti masih banyaknya penderita kanker serviks yang baru memeriksakan kesehatan mulut rahimnya setelah masuk stadium lanjut.

"Karena tidak melakukan deteksi dini, lumayan banyak pasien datang dalam keadaan stadium lanjut," ujarnya.

Menurutnya dalam sebulan, tak lebih dari sepuluh pasien baru datang untuk berkonsultasi terkait kesehatan mulut rahim. Sementara sisanya datang setelah terinfeksi pada stadium 3 keatas. 

"Maka dia harus di kemo radiasi, sedihnya mereka memiliki angka harapan hidup untuk lima tahun selanjutnya hanya tinggal 5 sampai 25 persen jadi sangat kecil," jelasnya.

Padahal, Dyana mengungkapkan saat ini sudah banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi penyakit kanker mulut rahim tersebut.

"Ada ivA, Papsmear dan terbaru ini ada HPV DNA. Deteksi dini ini juga bisa dilakukan mulai dari puskesmas, jadi masih sangat terjangkau untuk tetap sehat," ujarnya.

Meski begitu, kata dia, saat ini kesadaran masyarakan mulai sedikit meningkat saat ada kasus kematian artis Julia Perez karena kanker serviks. Sejak saat itu, mulai banyak masyarakat berdatangan untuk mendapat informasi lengkap tentang serviks. 

"Setelah Jupe meninggal banyak yang nanyain, banyak orang mulai bertanya bagaimana saya mesti papsmear, kapan saya mulai papsmear atau vaksinnya apa -apa saja jadi orang mulai nanya. Ya mungkin ini hikmahnya dari kabar duka itu," tandasnya.