Kamis, 04 Januari 2018 12:58:00
Editor : Waritsa Asri | Reporter : Alfriani Anisma Wibowo
Depresi Usai Liburan? Kenali Sindrom Post Holiday Blues
Ilustrasi Stres

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: ver2/pagedetail.php

Line Number: 693

Foto :
 

SERPONG - Siapa yang tidak suka dengan liburan. Pasalnya, hanya di waktu liburan Anda bisa memaksimalkannya untuk bersantai dan beristirahat. Namun, usai liburan, Anda harus mulai membereskan barang-barang sisa liburan, merasakan lelah, dan tidak siap menghadapi kenyataan untuk kembali bekerja esok hari.

Bawaannya pun jadi murung, uring-uringan bahkan depresi setelah liburan. Hal ini bisa disebut dengan sindrom post holiday blues, yaitu kondisi emosional yang dirasakan setelah menikmati liburan. Yang menjadi penyebab merasa murung bisa jadi karena dua hal, yaitu merasa liburan Anda sangat menyenangkan atau hanya ingin ada di masa liburan daripada kembali bekerja.

Sindrom ini mirip dengan seasonal affective disorder (SAD), yaitu gangguan emosional yang terjadi pada waktu-waktu tertentu. Maka, tak heran banyak dari Anda yang merasakan murung atau depresi setelah liburan.

Dikutip dari The New Daily, menurut Dr. Melissa Weinberg, seorang psikolog dari San Fransisco, saat Anda mengalami liburan yang menyenangkan, sebenarnya itu hanyalah ilusi yang dibuat oleh otak. Seburuk apapun pengalaman liburan Anda, otak hanya akan merekam bagian yang Anda nikmati ketimbang pengalaman buruk.

Pasalnya, otak dirancang untuk merekam berbagai kegiatan yang dilakukan secara konsisten. Seperti kebiasaan bekerja sehari-hari, termasuk saat berlibur, kondisi emosional Anda akan terbiasa untuk menikmati istirahat. Jadi, saat kembali menghadapi pekerjaan, otak akan ‘kaget’ dan kembali menyesuaikan setelah keadaan berubah. Apa yang Anda alami ini merupakan normalisasi pasca liburan.

Adapun gejala sindrom post holiday blues sebenarnya mirip dengan depresi biasa. Misalnya sakit kepala, insomnia, gelisah, penambahan dan penurunan berat badan.

Sedangkan cara mengatasinya dengan melakukan istirahat (meluangkan waktu bersantai atau me-time), latihan pernapasan (Tarik napas dalam-dalam dengan pernapasan perut, lepaskan napas panjang sambil mengucapkan mantra positif), dan perhatikan asupan makanan (mengonsumsi makanan yang mengandung asam amino, karbohidrat, vitamin dan mineral).

Baca Juga

Berikan Komentar Anda