Serpong > Kesehatan

Awas Bahaya Kawat Gigi Palsu

Jumat, 17 Maret 2017 15:29 WIB
Editor : Admin | Reporter : Alfriani Anisma Wibowo

Ilustrasi Kawat Gigi.
Awas Bahaya Kawat Gigi Palsu
Foto : istimewa

Share this





Pemasangan kawat atau behel gigi tak bisa dilakukan sembarangan. Butuh dokter spesialis gigi dan pemilihan behel gigi berkualitas.

Info Kesehatan - Kawat atau behel gigi makin menjadi tren. Ini tak lepas dari bentuk dan warnnya yang kian variatif. Sehingga jangan heran bila banyak orang yang secara fungsi tak memerlukannya juga ikut-ikutan menggunakan benda ini. Bahkan demi tampil gaya, mereka rela memasang kawat gigi di tempat yang tak semestinya. Padahal pemasangan kawat gigi sejatinya hanya dilakukan oleh dokter spesialis ortodonti.

 

Dikatakan drg Yeheskiel Mursalim, peminat behel gigi cukup tinggi. Tengok saja, banyak kita jumpai tukang gigi atau salon kecantikan menawarkan behel yang belum terjamin kualitasnya dengan iming-iming harga miring. “Ini sangat disayangkan. Saya prihatin melihat perkembangan tukang gigi yang memasang behel tanpa adanya surat izin praktik dokter gigi spesialis. Seharusnya pasien memikirkan akan efek samping yang ditimbulkan,” ungkap pemilik klinik gigi drg Yeheskiel Mursalim di bilangan Puspita Loka, BSD City ini.

Menurutnya, pemakaian behel gigi palsu bisa menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Mengingat kualitas behel palsu jauh berbeda dengan aslinya. Namun, kata dia, tetap saja masih banyak yang menganggapnya sama saja. Pemakaiannya pun harus sesuai dengan petunjuk dokter gigi. “Memasang kawat gigi yang asal pasang, dapat membuat gigi menjadi berantakan. Karena alat dan bahan yang digunakan tidak steril. Sehingga dapat mempengaruhi kesehatan dan kebersihan mulut,” terangnya.

Dia menyarankan, sebelum menggunakan behel gigi, seharusnya pasien diberikan edukasi terlebih dahulu. Sebab, penggunaan behel gigi diperlukan perawatan yang tak mudah. “Pasien diharuskan menggosok gigi sehari dua kali dan rutin membersihkan karang. Pasalnya, karang gigi cepat timbul akibat pemakaian kawat gigi. Di mana sisa makanan yang tertinggal di bracket akan membuat bakteri di dalam rongga mulut akan berkembang biak lebih cepat,” katanya.
Oleh sebab itu, lanjutnya, jangan hanya sekadar menjadi followers akan tren behel gigi. “Behel gigi bukan sekadar estetika, tapi juga kesehatan. Sebaiknya, konsultasi dulu ke dokter spesialis gigi bilang ingin menggunakan behel gigi,” tegasnya.