Serpong > Famili

O, Ternyata Begini Sejarah Hari Halloween

Jumat, 13 Oktober 2017 17:47 WIB
Editor : Melati Amaya DS | Sumber : DBS

Ilustrasi Halloween
Ilustrasi Halloween.
Foto : istimewa

Share this








Beberapa negara yang termasuk wilayah Eropa dan Amerika bulan ini sedang ramai-ramainya merayakan halloween.

TANGERANG-Tak hanya di negara barat, ternyata beberapa daerah di Indonesia jadikan momen halloween ini sebagai daya tarik hiburan. Perayaan Halloween di Indonesia hanya dirayakan di beberapa kota besar, misalnya Jakarta. Dan bentuk perayaannya hanya seperti mengadakan acara seperti pesta kostum, games, lomba-lomba dan acara-acara menakutkan lainnya.

Kira-kira bagaimana si sejarah terjadinya Hari Halloween itu sendiri? Dan kenapa dirayakan pada malam 31 Oktober setiap tahunnya?

Dikutip dari wikipedia, kata Halloween pertama kali digunakan di abad ke-16. Kata ini merupakan varian dari kata Skotlandia yaitu All Hallows ‘Even (‘Evening ‘) atau ‘Malam Yang Sepenuhnya Suci/Keramat. 

Konon, Halloween itu dipengaruhi acara festival panen di Eropa Barat dan festival orang mati dari tradisi kaum pagan, terutama kaum Samhain Celtic. Sejarawan Nicholas Rogers, yang meneliti asal-usul Halloween, mencatat Halloween berasal dari pesta Romawi untuk menghormati Dewi Pomona, yang merupakan Dewi buah-buahan dan biji-bijian. Perayaan ini sering dikaitkan dengan festival “Samhain” dari bangsa Celtic. Kata Samhain berasal dari bahasa Irlandia Lama yang berarti “akhir musim panas”, yang menandai berakhirnya musim panen dan awal musim dingin. 

Di Irlandia, orang pergi sebelum malam tiba untuk mengumpulkan makanan untuk pesta Samhain dan kadang-kadang mengenakan kostum saat melakukannya. Halloween juga diduga dipengaruhi hari-hari suci umat Kristen dari All Saints ‘Day yang dirayakan setiap 1 November. Ini adalah hari perayaan untuk menghormati orang-orang kudus dan hari untuk berdoa bagi yang baru meninggal. Hari All Saints diperkenalkan tahun 609, namun pada awalnya dirayakan pada 13 Mei. Pada 835, harinya beralih ke tanggal 1 November atas perintah Paus Gregorius IV. 

Dulu, Gereja Kristen merayakan peringatan hari ”All-Saints” atau ”All-Hallows” pada siang hari 31 Oktober, dan pada malamnya mereka merayakan ”Hallows-Eve” (Malam Suci/Keramat) atau ”Halloween”. Bangsa Eropa bergaman Nasrani kala itu masih mengadopsi beberapa warisan pagan karena meyakini bahwa pada malam tersebut, orang-orang mati berjalan diantara mereka dan para penyihir terbang berseliweran di tengah-tengah mereka.

Secara perlahan-lahan, Halloween pun berubah menjadi bagian peribadatan dan kebiasaan keluarga. Di Amerika, biasanya perayaan ini dirayakan anak-anak dengan memakai kostum seram, dan berkeliling dari pintu ke pintu rumah tetangga meminta permen atau cokelat sambil berkata "Trick or treat!" Ucapan tersebut adalah semacam "ancaman" yang berarti "Beri kami (permen) atau kami jahili."

Di zaman sekarang, anak-anak biasanya tidak lagi menjahili rumah orang yang tidak memberi apa-apa. Sebagian anak-anak masih menjahili rumah orang yang pelit dengan cara menghiasi pohon di depan rumah mereka dengan tisu toilet atau menulisi jendela dengan sabun. Halloween pun akhirnya identik dengan setan, penyihir, hantu goblin dan makhluk-makhluk menyeramkan dari kebudayaan Barat. Halloween disambut dengan menghias rumah dan pusat perbelanjaan dengan simbol-simbol Halloween. Tradisi ini berasal dari Irlandia, dan dibawa oleh orang Irlandia yang beremigrasi ke Amerika Utara. 
 

 

Berita Terkait