Serpong > Famili

Kehadiran Buah Hati Mengubah Segalanya

Selasa, 19 September 2017 15:40 WIB
Editor : Galih Pratama | Reporter : Alfriani Anisma Wibowo

Pasangan Renzy Amando dan Irma Wahyuningrum.
Pasangan Renzy Amando dan Irma Wahyuningrum mengaku selalu ingin menghabiskan waktu bersama, baik di dalam maupun luar rumah.
Foto : Geri B

Share this








Kehadiran buah hati mengubah kehidupan pasangan Renzy Amando (30) dan Irma Wahyuningrum (27). Pasangan ini selalu ingin menghabiskan waktu bersama.

TANGSEL - Usia pernikahan pasangan Renzy Amando (30) dan Irma Wahyuningrum (27) baru menginjak dua tahun. Terlihat mereka sangat harmonis dan berusaha saling menghargai perannya masing-masing di dalam biduk rumah tangga. Terlebih, belum lama ini mereka dikarunia oleh buah hati bernama Mikhayla Lavinia Amando.

Setelah dikaruniai buah hati, Irma langsung memutuskan berhenti berkarier dan memilih membantu sang suami yang kebetulan tengah menjalani bisnis kuliner. Keputusannya tersebut juga lantaran ingin memiliki waktu yang lebih dengan keluarga. “Kalau dulu hidup saya dipenuhi jadwal pekerjaan yang cukup padat, kini kesehariannya seperti ibu rumah tangga pada umumnya. Sehari-hari mengurus kebutuhan anak,” papar Irma di kediamannya di kawasan BSD City.

Tak terkecuali Renzy, pria kelahiran Jakarta, 8 Maret 1987 ini mengaku sangat menikmati perannya sebagai ayah dari putri semata wayangnya. Bahkan dia merasa, menjadi ayah telah mengubah diri menjadi pribadi yang lebih baik. “Perubahan dalam diri sendiri sangat signifikan. Di mana saya merasa punya tanggung jawab untuk anak. Keluarga adalah segalanya,” kata Renzy.

Kehadiran Mikhayla membuat keduanya sekarang senang menghabiskan waktu bersama. Baik di rumah maupun luar rumah. Bagi mereaka yang terpenting bisa menikmati momen bersama keluarga. “Keputusan untuk berbisnis itu pilihan yang tepat. Jadi waktu yang dimiliki tak terbatas. Kami bisa berlibur bersama kapanpun sesuai keinginan kami. Kegiatan apapun yang dilakukan bertiga, kami sebut quality time,” ujar Irma.

Saat ini memang masih terlalu dini untuk melihat apa bakat Mikhayla yang lahir pada tanggal 31 Mei 2016. Namun Renzy dan Irma sepakat untuk mendukung apapun yang disukai dan ditekuni nantinya oleh Mikhayla. Sebagai orang tua, saat ini mereka mengajarkan anak untuk bisa bersosialisasi dengan dunia luar. Jadi tak sibuk bermain gadget saja. “Kami juga memberikan batasan waktu saat anak bermain gadget,” jelas Renzy.

Besar harapan, melalui nilai positif yang sudah ditanamkan sejak kecil, Mikhayla dapat menjadi kebanggaan orang tuanya kelak. Serta menjadi anak yang selalu berpegang teguh pada agama dan memiliki sikap sopan santun.