Segitiga Emas > Laporan Utama

Razia Gabungan, Pedagang : Kami Tidak Menganggu Banyak Orang

Kamis, 04 Mei 2017 15:39 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : Adresau Sipayung

Razia gabungan yang melibatkan personel gabungan dari Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) Jakarta, Satpol PP, PPSU Kecamatan Tanah Abang, Polri dan TNI, dilakukan pada Kamis (4/5/2017) ini.
Razia gabungan yang melibatkan personel gabungan dari Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) Jakarta, Satpol PP, PPSU Kecamatan Tanah Abang, Polri dan TNI, dilakukan pada Kamis (4/5/2017) ini.
Foto : Adresau Sipayung

Share this

0


0


0

Razia gabungan yang dilakukan oleh Dishubtrans DKI Jakarta, mendapat kecamanan dari pihak Pedagang Kaki Lima (PKL) liar yang tidak terima terkena razia.

TANAH ABANG – Razia gabungan yang melibatkan personel gabungan dari Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) Jakarta, Satpol PP, PPSU Kecamatan Tanah Abang, Polri dan TNI, dilakukan pada Kamis (4/5/2017) ini.

Razia tersebut tidak hanya menyasar kendaraan roda dua dan empat. Tapi, juga menyasar Pedagang Kaki Lima (PKL) liar. Bahkan, beberapa pedagang pun tak segan mencaci maki petugas saat jualannya diamankan oleh petugas.

“Dasar kau maling berseragam. Di sini kami tidak menganggu banyak orang,” teriak salah satu pedagang yang tak mau ditanyakan namanya di trotoar kawasan Tanah Abang.

Baca : Polwan Beraksi di Yayasan Sayap Ibu Pondok Aren

Pedagang lainnya pun sama mengeluhkan serta berteriak untuk menghentikan razia tersebut, "Gak usah angkat-angkat dagangan saya. Saya bisa sendiri pindahkannya. Kenapa harus kami yang ditertibkan?. Saya orang pribumi asli, orang betawi asli. Pak Kormas dan stasiun tuh, kau urisin. Paling Kormas bayar sama pak Camat kalian," teriak pedagang lainnya.

Tak hanya itu, personel gabungan pun sempat terkendala mobil angkut yang jumlahnya sedikit, sekitar empat mobil truk. Sehingga, beberapa pengendara yang parkir liar hanya diberikan peringatan atau teguran dan sebagian mobil pun dikempeskan.

"Jadi, kita emang sediakan mobil truk empat. Sekarang, mobilnya itu sudah penuh dan dikosongkan dulu, barulah kita mulai razia lagi. Jadi kami ini lagi mobil truk di kosongkan lagi," ungkap Kabid Pengendalian Operasional Dishubtrans DKI Jakarta, Maruli Sijabat.