Segitiga Emas > Laporan Utama

Pilkada DKI dan Dampak Buruknya Terhadap Siswa Sekolah

Selasa, 02 Mei 2017 21:15 WIB
Editor : Ivan | Reporter : Adresau Sipayung

Ilustrasi - Anak Sekolah
Ilustrasi - Anak sekolah
Foto : istimewa

Share this

0


0


0

Pesta demokrasi ini ternyata menimbulkan aksi bullying dan candaan negatif terkait keberagaman suku serta agama di kalangan siswa.

MENTENG - Pilkada DKI Jakarta tahun ini ternyata tak hanya berimbas pada sikap toleransi antarwarga di Ibukota. Tapi, warga sekolah khususnya para siswa pun terkena dampaknya.

Ketua Yayasan Guru Henny Supolo mengungkapkan, pesta demokrasi warga Jakarta kemarin memiliki dampak yang besar bagi lingkungan sekolah. Sebab pasca Pilkada, aksi bullying hingga candaan negatif terkait keberagaman suku hingga agama muncul di kalangan siswa-siswi.

Henny bahkan bilang, Pilkada telah memunculkan gesekan di antara siswa. Gesekan ini dilatarbelakangi isu suku, agama, dan ras.

"Dibeberapa sekolah, pelajar mulai tidak toleransi untuk persoalan keberagaman. Aku pun menilai kalau kemerdekaan berpikir tiap pelajar kini telah diciderai konflik Pilkada. Tindak bullying yang mengatasnamakan ras, suku, dan agama begitu menyeruak," ujar Henny di kawasan Menteng, Jakarta, Selasa (2/5/2017).

Hal senada diungkapkan perwakilan Museum Omah Munir Sri Suparuati. Dia mengakui bahwa pengalaman Pilkada DKI 2017 berdampak negatif bagi para siswa.

"Isu yang muncul di Pilkada Jakarta memang telah membuat gesekan-gesakan antara siswa terkait suku serta agama. Ini melukiskan sebuah kerusakan dari keragaman," ujar Sri.

Baca Juga : Najwa Shihab Ajak Warga Jakarta Akses Perpustakaan Online

Menurutnya, hal itu haruslah segara ditangangi dengan pengajaran pada nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM) dalam lingkungan sekolah. Dengan konsep ini, semua perbedaan dapat dipertemukan dan dipersatukan.

"Harap aku, sekolah kedepannya itu secara otomatis memasukkan satu konsep pembelajaran dari nilai-nilai HAM," tutup Sri dengan tegas.