Segitiga Emas > Laporan Utama

Belajar Kebhinekaan di Sekolah dari Sekarang

Selasa, 02 Mei 2017 20:10 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Adresau Sipayung

Peace Generation di Menteng.
Peace Generation di Menteng.
Foto : Adresau Sipayung

Share this

0





0

Kebhinekaan sudah menjadi buah bibir belakangan ini lantaran perbedaan yang terjadi dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

MENTENG – Peace Generation, melalui Irfan Amalee memberikan paparan terkait gagasan atau pun solusi mengatasi penyesatan kaum radikal yang belakangan diduga marak di Ibu Kota, Jakarta.

"Pertama, kami merekomendasi agar meningkatkan kualitas dan kapasitas terkait pengetahuan seluk beluk dari kaum radikal dan risiko bahaya pola pikir kaum radikal. Kemudian, setiap sekolah pun mengekspose nilai-nilai perdamaian itu yang sesuai falsafah negara yaitu Pancasila dan UUD'45," ucap Irfan di jalan Menteng, Jakarta, Selasa,(2/5/2017).

Tidak cuma itu, Irfan menambahkan institusi pendidikan harus menerapkan pola-pola cerdas, ceria hingga siaga bencana di konflik sosial. Sekolah, kata dia, juga dapat memberikan ruang-ruang eksperimen terkait pertemuan antara sekolah berindentitas khusus.

"Seperti adanya acara pertemuan di sekolah Muslim dengan Kristen. Hal tersebut menghindari hadirnya sifat homogen dari sekolah. Yang itu pun membahayakan peserta didik serta pengajar," ujarnya.

Gagasan terakhir, penerapan terkait kebijakan sekolah. Irfan mengatakan Kemendiknas berencana akan menggagas kebijakan setiap sekolah sebagai ruang kebhinekaan ataupun ruang pertemuan terbuka. 

Baca : Najwa Shihab Ajak Warga Jakarta Akses Perpustakaan Online

"Semua solusi tersebut akan menjadi imunitas para peserta didik dan pihak pengajar di sekolah. Jadi, saat kaum-kaum radikal menyerang, mereka itu paham mana yang benar serta salah terkait pola pemikiran. Dan semoga, sekolah pun menjadi garda terdepan buat menyebarkan nilai perdamaian serta melindungi hak asasi manusia,”katanya.