Segitiga Emas > Laporan Utama

Nasib Transportasi Tua

Bajaj di Jakarta Stagnan

Rabu, 12 April 2017 19:35 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Adresau Sipayung

Bajaj di Jakarta.
Bajaj di Jakarta.
Foto : istimewa

Share this

0


0


0

Meski sudah memiliki model terbaru, transportasi umum Jakarta Bajaj, ternyata tidak mengalami perubahan drastis dalam kemajuan minat masyarakat.

TANAH ABANG - Antrean panjang bajaj kosong menghiasi hiruk pikuk kawasan pasar Tanah Abang, Jakarta. Tak ada yang berubah, malahan nasib supir bajaj kian hari semakin parah dan menyedihkan.

Seorang supir bajaj, Sumarto (58), warga Kedoya ini meluapkan perasaanbta kala angkutan online kian menjamur. Dia pun merasa serba kekurangan sebagai supir bajaj saat ini.

"Aku udah menjadi supir bajaj sekitar 10 tahunan. Kondisinya kian menyedihkan. Penghasilan kita sangat berkurang kala angkutan online hadir. Sewa sedikit dan setoran semakin besar. Nasib kami pun tak menentu," ujar Sumarto dengan raut wajah sendu di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Rabu, (12/4/2017).

Baca : Pasukan Orange Bersihkan Saluran air RW 10 Pejagalan

Kini, ia mengaku tak banyak mendapat pasokan uang sebagai supir Bajaj. Yah, supir bajaj maksimal dapat Rp. 50.000 sehari. Situasi ini berbeda sekali dikala angkutan online belum berkeliaran.

"Separuhnya untung berkurang. Waktu dulu, kita sehari bisa raup Rp. 100-150 ribu sehari. Sekarang, kita sudah tidak bisa. Bisa narik 3 kali dari pagi-malam aja udah syukur mas," lanjutnya.

Hal senada juga disampaikan si supir bajaj lainnya, Tri Yono (55), warganya Karet Tengsin. Ia merasa persaingan semakin ketat dengan hadrinya para angkutan online. Bahkan, supir bajaj seolah terasingkan dengan hadirnya angkutan online. 

"Untuk kebutuhuan keluarga sehari-harinya sih pasti gak cukuplah mas. Namun mau gimana lagi, kita cuma terima nasib saja. Kita pintar-pintar ngatur uang penghasilan," ujarnya.

Tri mengaku kalau kondisi ini telah diprotes pada pemerintah. Hampir semua sulri bajaj ingin pengaturan kuantitas drivers online yang akan beroperasi. Tapi, keluhannya tidak didengarkan hingga sekarang.

"Harapannya, kita lebih ditata lebih bagus. Supaya sama-sama untung antara pekerja angkutan. Semoha kedepan ada perubahan,"katanya.