Segitiga Emas > Hiburan

Soal Tema ‘Aku Sudah Punya Pilihan’

Senin, 09 Januari 2017 18:48 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Adresau Sipayung

Festival Film Pendek SMA se-Jakarta
Festival Film Pendek SMA se-Jakarta

Share this





Festival Film Pendek SMA se-Jakarta diharapkan dapat membangkitkan semangat pemilih pemula menyukseskan Pilkada DKI 2017.

JAKARTA – Wartawan Balai Kota/DPRD DKI Jakarta menggelar Festival Film Pendek SMA se-Jakarta di Gedung Joeang 45, Jakarta Pusat, Senin (9/1/2017). Tema yang diusung adalah ‘Aku Sudah Punya Pilihan’.

Menurut Koordinator Wartawan Balai Kota/DPRD DKI Jakarta Ahmad Zubair, pemilihan tema sesuai dengan kondisi Ibu Kota saat ini yang tengah menyongsong Pilkada.

Harapannya, para pemuda yang masuk kategori pemilih pemula dapat memanfaatkan hak pilihnya secara tepat.

“Sebab, pemahaman akan partisipasi politik sangatlah penting bagi pemilih pemula. Kita tidak menutup mata, Mereka masih banyak yang bimbang menggunakan hak pilihnya. Nah, pada momen inilah, kami ingin meningkatkan antusias mereka ikut menyukseskan Pilkada DKI 2017,” paparnya.

 

 

Segitiga Emas > Hiburan

Festival Film Pendek SMA se-Jakarta

Senin, 09 Januari 2017 16:55 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Adresau Sipayung

ilustrasi
ilustrasi

Share this





Festival Film Pendek SMA se-Jakarta dapat memberikan ruang stimulasi para kalangan muda agar lebih kreatif dan inovatif.

JAKARTA – Wartawan Balai Kota/DPRD menggelar Festival Film Pendek SMA se-Jakarta di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/1/2017). Tema yang diangkat adalah ‘Aku Sudah Punya Pilihan’.

Ajang bertujuan memberikan ruang stimulasi para kalangan muda untuk mengembangkan minat serta bakat agar lebih kreatif dan inovatif.

"Semoga muncul generasi baru yang berbakat, kreatif serta peka terhadap lingkungan sekitar. Bukan hanya itu, mereka diharapkan dapat jadi sineas baru bagi dunia perfilman Indonesia," ungkap Ketua Koordinator Wartawan Balai Kota/DPRD Ahmad Zubair Lubis.

Menurut dia, seluruh film yang ikut lomba telah melalui proses seleksi 3 juri, Hendro Masto (wartawan senior), Wahab Syah (sutradara film), Deddy (editor film).

“Total, ada 30 sekolah yang berpartisipasi. Namun, setelah proses seleksi, terdapat tujuh nominasi. Akhirnya, kami ambil 3 juara dari nominasi tersebut," tutupnya.

 

 

Segitiga Emas > Hiburan

Hilangnya Sentuhan Hura-hura ala Jokowi pada Hari Ulang Tahun Jakarta

Selasa, 29 November 2016 14:15 WIB
Editor : Zaen | Sumber : Kompas.com

Bundaran HI malam hari.
Bundaran HI malam hari.

Share this





JAKARTA - Perayaan ulang tahun Jakarta kali ini tampaknya tak berbeda jauh dengan perayaan pada tahun-tahun sebelumnya.

Sudah tiga tahun belakangan, perayaan HUT DKI Jakarta dikendalikan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Tak ada pesta meriah panggung hiburan di sepanjang Jalan MH Thamrin, pesta kembang api di Bunderan Hotel Indonesia, ataupun arak-arakan budaya, seperti yang dilakukan mantan Gubernur DKI, Joko Widodo, pada perayaan HUT Ke-486 DKI Jakarta.

Saat itu, Jokowi menggelar Jakarta Night Festival atau Malam Muda-mudi yang berkonsep car free day di sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat, Gedung Balai Kota, hingga Jalan Sudirman.

Jokowi tak menghabiskan waktu lama untuk makan malam formal bersama para duta besar dalam acara Malam Resepsi.

Ia, bersama Ahok yang ketika itu menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta, langsung ke halaman Balai Kota untuk memotong tumpeng raksasa.

Tiap lurah pun saat itu membawa sebuah tumpeng lengkap dengan lauk pauknya untuk dibagikan kepada warga yang menghadiri acara di Balai Kota tersebut.

Setelah itu, Jokowi berjalan kaki ke arah Bunderan HI untuk menyapa warga Jakarta.

Menyusul di belakangnya, para pejabat DKI Jakarta serta arak-arakan festival seni budaya.

Pada tahun selanjutnya, giliran Ahok yang menjabat pelaksana tugas Gubernur, unjuk gigi menyelenggarakan HUT Ke-487 DKI Jakarta.

Ia kemudian memangkas dana anggaran festival budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta.

Pada pemerintahan Jokowi, dana sebesar Rp 1 miliar dianggarkan tiap acara pesta dan karnaval.

Sementara itu, Ahok enggan menghabiskan dana anggaran. Ia memilih merayakan malam ulang tahun Jakarta dengan bersepeda dari Balai Kota hingga Monas.

Di sana, ada sebuah panggung hiburan yang dibiayai oleh CSR Phillips. Kendati demikian, kita itu, Malam Muda-mudi yang berkonsep car free night tetap terselenggara.

Hanya, tidak ada kesemarakan panggung hiburan yang tersebar saat Malam Muda-mudi digelar.

Kemudian, saat perayaan HUT Ke-488 DKI Jakarta, Ahok mengikuti berbagai kegiatan rutin, seperti apel HUT DKI dan rapat paripurna istimewa DPRD DKI Jakarta.

Ahok juga meluncurkan 20 Transjakarta merek Scania. Tradisi peresmian dan peluncuran itu berlanjut pada HUT Ke-489 DKI Jakarta.

Tak ada kegiatan pesta hura-hura ataupun Malam Muda-mudi. Pada hari jadi Jakarta kali ini, Ahok lebih banyak melakukan peresmian.

Mulai dari peletakan batu pertama pembangunan tiga proyek Asian Games 2018, yakni light rail transit (LRT), arena equestrian (pacuan kuda), dan velodrome (balap sepeda).

Ahok juga akan meresmikan berbagai sistem pembayaran secara online, seperti E-Samsat, E-Pajak, dan E-Ticketing Museum.

Selanjutnya, ia meresmikan pelayanan akta kelahiran terintegrasi RSUD serta penandatanganan perjanjian kerja sama bersama 13 bank.

"Saya kira yang penting substansi saja, ngapain bikin festival-festival gitu. Substansinya kita bisa groundbreaking LRT, memperkenalkan sistem aplikasi itu yang penting," ujar Ahok, Selasa (21/6/2016).

Segitiga Emas > Hiburan

Mau Nonton Hiburan di Jakarta Night Festival, Ini Lokasi Parkirnya

Selasa, 29 November 2016 14:00 WIB
Editor : Zaen | Sumber : Kompas.com

Jakarta Night Festival
Jakarta Night Festival

Share this





JAKARTA - Jakarta Night Festival (JNF) dapat menjadi salah satu pilihan bagi warga Ibu Kota dan sekitarnya yang ingin menikmati hiburan pada malam pergantian tahun. Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah mempersiapan beberapa kantung parkir yang siap menampung kendaraan pengunjung JNF.

Kepala Bidang Pengendalian dan Operasi Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Lupito, menyadari akan terjadi penumpukan kendaraan pengunjung JNF. Karena itu, ada beberapa pilihan kantung parkir di beberapa lokasi untuk mengakomodasi pengunjung JNF yang membawa kendaraan.

Adapun lokasi parkir yang bisa dipilih yaitu parkir IRTI Monas, Parkir Timur Senayan, Polda Metro, Istiqlal, Lapangan Banteng, dan lahan parkir di gedung-gedung sepanjang Jalan Sudirman-Jalan MH Thamrin, misalnya Sarinah atau Carrefour Duta Merlin.

"Semua gedung-gedung itu sudah kami imbau untuk menyediakan lahan parkir bagi pengunjung JNF," ujar Syafrin saat dihubungi Selasa (30/12/2014). Kendati demikian, Syafrin belum dapat menyebutkan kapasitas masing-masing kantung parkir.

"Yang jelas ribuan motor dan mobil bisa ditampung. Kira-kira mencapai 7.000 motor dan 2.000 mobil atau lebih," kata Syafrin.

Jalan yang akan ditutup saat berlangsungnya acara tersebut yaitu dari Jembatan Semanggi hingga Harmoni. Artinya, ada tiga jalan utama yang ditutup yaitu Jalan Sudirman, Jalan MH Thamrin, dan Jalan Medan Merdeka Barat.

Jalan-jalan yang persimpangan dengan ketiga jalan itu pun akan ditutup, seperti Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan Budi Kemuliaan, sebagian Jalan Wahid Hasyim, dan beberapa jalan lainnya. Jalan akan ditutup mulai pukul 16.00.