Segitiga Emas > Hiburan

Nicholas Saputra Selektif Pilih Peran dan Film yang Akan Dimainkan

Jumat, 21 April 2017 12:57 WIB
Editor : Muhammad Saiful Hadi | Reporter : Adresau Sipayung

jakarta
Nicholas Saputra
Foto : Adresau Sipayung

Share this





Nicholas Saputra selektif pilih peran karena lebih mengutamakan tuntunan, bukan sekedar tontonan dalam mengambil film dan peran yang akan dimainkan.

JAKARTA - Kualitas dan eksistensi aktor, Nicholas Saputra di kancah perfilman tanah air tak perlu diragukan lagi. Tak sedikit tawaran bermain film menghampiri dia setiap saat.

Namun, pemain film Ada Apa Dengan Cinta 2 ini tak tergesa-gesa dalam membuat keputusan. karena ia begitu selektif dalam memilih film dan peran. Dalam satu tahun saja, dia hanya memilih satu hingga dua film saja dari berbagai tawaran.

"Aku tipikal aktor yang tak asal ambil tokoh dalam film. Aku sih milih-milih orangnya. Tak mengejar keuntungan, eksistensi dan uang semata. Semua aspek aku perhatikan, mulai dari alur cerita, pengembangan karakter tokoh hingga daya tarik materinya. Makanya, tiap tahun aku tidak mematokkan harus berapa setahun main film," tutur Nicholas di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis, (20/4/2017).

Disamping itu, lelaki keturunan Jawa-Jerman ini pun lebih mengutamakan tuntunan, bukan sekedar tontonan, untuk memilih suatu peran, serta isi cerita di film. Nicholas akan memilih film terbaik agar penonton-penonton dapat tontonan yang baik, serta berkualitas.

Baca juga : Mengenal Lebih Dekat Anies Baswedan

"Kan milih peran itu bukan buat kita sendiri. Pastinya, saya milih terbaik supaya penonton pun puas dengan perforna kita. Ditambah lagi, film ini dapat membuat penonton masuk di alurnya film tersebut. Itu terpenting, karena banyak film tak menentukan penonton puas sama penampilan si aktor di film," ujarnya.

Selain itu, pria 33 tahun ini juga tak memilih film tanpa persiapan yang matang. Ia harus mencari referensi-referensi lebih dulu sebelum terima tawaran film tersebut.

"Kita kan referensinya banyak untuk mendalami peran tersebut. Hal itu biasanya datang dari kehidupan di sekitar. Kadang mau cari moodnya ataupun karakter yang bagus bisa melalui film. Intinya, film itu harus berpatokan untuk penonton," tutup Nicholas.