Kamis, 29 November 2018 17:16:00
Editor : Muhamad Ibrahim | Sumber : Liputan6.com
Tertarik Buka Lapak di CFD? Intip Tipsnya
Suasana Car Free Day di Thamrin, Jakarta Pusat
Foto : istimewa
 

PURI - Car free day (CFD) yang digelar akhir pekan di Ibu Kota menjadi ajang olahraga bagi masyarakat luas. Sejak pagi buta, kawasan sepanjang bundaran HI-Thamrin, Jakarta Pusat sudah ramai dengan berbagai macam aktivitas warga. Tak terkecuali, keberadaan pedagang kaki lima (PKL).

Ya, bisnis kuliner di Car Free Day cukup menjanjikan keuntungan. Mulai dari makanan ringan dan berat. Begitu juga minuman penyegar tenggorokan saat terik matahari menyengat. Sudah pasti laris manis dibeli warga. Bagi Anda yang berkeinginan mencoba peruntungan membuka bisnis kuliner di acara Car Free Day, berikut tips yang dilakukan agar dagangan laris, melansir Danaxtra seperti dikutip Liputan6.com, Kamis (10/03).

1. Survei

Anda perlu melakukan survei untuk mengetahui peta pasar Car Free Day . Coba ikut arus pengunjung dan lihat situasi serta kondisi yang berlangsung.

Catat baik-baik berapa harga rata-rata yang dipasang penjual makanan dan minuman. Terpenting, cari tahu lokasi strategis karena pada dasarnya para pedagang di sana tidak memiliki lapak tetap. Siapa cepat, dia akan mendapat tempat yang bagus.

2. Tentukan target

Setelah mendapatkan cukup informasi sebagai pengunjung, mulailah menyiapkan target penjualan di acara selanjutnya. Misalnya, jika ingin berjualan makanan, tentu harus menetapkan harga yang sesuai dengan uang yang dibawa oleh para pembeli.

 3.  Nama unik untuk lapak

Setelah berhitung dengan harga yang ingin ditentukan, tahap selanjutnya adalah menentukan nama lapak. Pilih nama unik yang bisa memancing rasa penasaran orang agar datang.

4. Tentukan jenis barang dagangan

Masyarakat datang ke Car Free Day biasanya memiliki dua tujuan, yaitu olahraga dan window shopping. Untuk orang yang berolahraga, biasanya mereka akan mencari sarapan dan minum. Anda bisa mengira-ngira makanan dan minuman apa yang cocok dengan kebutuhan mereka. Bahkan sekadar es teh pun, pasti banyak yang butuh.

Kedua untuk window shopping. Banyak pilihan jenis barang yang bisa dijual, misalnya baju, sepatu, sembako, atau aksesoris fashion/hijab dan sebagainya.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda