Kamis, 01 November 2018 11:10:00
Editor : Muhamad Ibrahim | Sumber : DBS
Milenial Investasi Properti, Why Not?
Ilustrasi.
Foto : istimewa
 

KEMBANGAN - Disadari atau tidak, perkembangan properti kian hari kian melesat. Tak hanya di kawasan Jakarta, tingginya kebutuhan properti juga merambah ke sejumlah kawasan penyangga, seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Sejalan dengan prinsip ekonomi, tingginya kebutuhan properti dengan lahan terbatas berdampak menjulangnya nilai jual. Seakan tak mampu membeli dengan penghasilan terbatas. Apalagi bagi kaum milenial dengan segudang biaya hidup sehari-hari.

Melansir dari Rukamen.com, Rabu (31/10), cara terbaik memilih properti yang utama yakni observasi lokasi properti sebaik-baiknya. Menganalisa seberapa strategis properti yang diinginkan dan keuntungan dalam jangka panjang bila memutuskan membeli properti tersebut. 

Juga harus mengutamakan akses transportasi umum. Sebab, hal itu memudahkan apabila belum memiliki kendaraan pribadi. Tentunya, menggunakan kendaraan umum akan lebih menghemat pengeluaran. 

Nilai strategis lainnya, yakni dekat dengan fasilitas umum seperti rumah sakit, sekolah, tempat ibadah, dan wisata. Fasilitas tersebut tentunya sangat membantu saat keadaan darurat, baik saat gangguan fisik maupun pikiran.

Dengan berobservasi, maka akan mendapatkan persaingan harga antara properti satu dengan lainnya. Carilah harga seminim mungkin, namun dengan memperhatikan nilai strategis lokasi properti tersebut.

Country General Manager Rumah123.com Ignatius Untung mengatakan, para generasi milenial didorong untuk segera memikirkan berinvestasi di bidang properti. Ini sejalan dengan tren penjualan rumah pada tahun 2017 mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya.

“Rumah yang terjual untuk daerah Jabodetabek kuartal to kuartal, antara lain harga di bawah Rp500 Juta meningkat menjadi 33%, Rp500 juta-Rp1 miliar meningkat menjadi 23%, Rp 1 miliar – Rp 2 miliar meningkat menjadi 19%,” jelasnya, mengutip Okezone.com, Rabu (20/12).

Baca Juga

Berikan Komentar Anda