Puri > Profil

Sang Pendobrak di Lalu Lintas Jakbar

Rabu, 31 Januari 2018 09:23 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : M Nashrudin Albaany

Kasudinhub Jakarta Barat Anggiat Banjar Nahor
Kasudinhub Jakarta Barat Anggiat Banjar Nahor
Foto : Reggy Prawoso

Share this








Anggiat Banjar Nahor yang memiliki profesi sebagai Kasudinhub Jakbar, diyakini sebagai pendobrak di lalu lintas Jakarta Barat

PURI - Lahir dari keluarga sederhana, tak membuat Anggiat Banjar Nahor, lupa 'kacang akan kulitnya'. Sebab, meski telah dipercayakan sebagai Kepala Suku Dinas Perhubungan (Kasudinhub) Jakarta Barat, Anggiat kerap saja turun ke bawah. Bercanda, bertegur sapa, bahkan selalu menyempatkan waktu makan bersama dengan anak buah dan masyarakat bawah.

Sifat sederhana dan tak sungkan untuk bergaul dengan siapa saja itu, rupanya didapat Anggiat dari pengalamannya. Ia bercerita, jika sejatinya dirinya adalah anak sang petani sederhana, di sebuah kota kecil di wilayah Sibolga, Sumatera Utara.

Namun meski begitu, pria berusia 58 tahun itu, tak pernah mau menyerah. Buktinya, hanya dengan bermodal segudang mimpi, Anggiat nekat merantau ke Jakarta untuk mengadu nasib. "Saya hijrah ke kota Jakarta ini untuk bekerja. Tak ada yang lain," kata dia.

Karena itu, pria yang biasa akrab dipanggil Pak Nahor ini menegaskan selalu menekankan ketegasan dan loyalitas setiap menyelesaikan pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. "Takut akan Tuhan, dan mau bekerja keras adalah yang utama," tegas pria yang memiliki hobi menyanyi itu.

Kini, ia hanya ingin berfokus terhadap segala persoalan kemacetan dan transportasi ibu kota. Salah satu memecah kemacetan dan beragam persoalan lalu lintas itu adalah dengan merespon cepat laporan dari setiap masyarakat. "Selain itu, visi-misi saya adalah berupaya untuk menegakkan aturan dan bagaimana untuk mewujudkan kelancaran lalu lintas, serta selalu memberikan motivasi yang baik untuk anggota," jelasnya.

Sebagai buktinya, sejak dipercaya menjabat sebagai Kasudinhub Jakbar pada 23 Februari 2016 lalu, banyak perubahan yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Diantaranya adalah memberikan pelayanan yang prima untuk mengatasi kemacetan lalin di Kota Tua, CNI (Kembangan), dan Pasar Sentra, Jakarta Barat. "Anggota Dishub itu harus Berorientasi pada kedisiplinan serta tanggung jawab dan patuh terhadap atasan," tegas pria berdarah Batak tersebut.