Puri > Profil

Ronaldo Rusli, Lihat Celah Cuan Diantara Penggemar Branded

Rabu, 15 November 2017 11:59 WIB
Editor : Melati Amaya DS | Reporter : Ronald P. Gerson

Ronaldo Rusli, Pemilik Lovelo
Ronaldo Rusli, Pemilik Lovelo saat pembukaan gerai Lovelo.
Foto : Ronald P. Gerson

Share this








Penggemar Branded tak perlu bingung soal perawatan lagi, karena sekarang bisa rawat tas dan sepatunya di Lovelo

PURI-Membuka bisnis yang berhubungan dengan wanita buat seorang pria, mungkin menjadi sebuah hal yang aneh bagi sebagian orang. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Ronaldo Rusli pemilik dari Lovelo. Menurutnya, berbisnis yang berhubungan dengan wanita tidak ada habisnya.

"Saya memilih bisnis ini karena, wanita itu lebih berani mengeluarkan biaya untuk barang-barang mereka seperti tas dan juga sepatu. Bahkan, kecintaan mereka terhadap fesyen luar biasa," ungkap Ronaldo.

Ronaldo sendiri memang pernah menjalani bisnis lain, ia pernah menjadi seorang fotografer hingga sales properti. Dalam setiap bisnis pasti ada naik turunnya, namun, Ia percaya bahwa diantara kegagalan pasti akan ada yang membuat berhasil.

"Saya pernah membaca sebuah buku Habis Gelap Terbitlah Terang, dan saya percaya setelah membaca buku ini membuat saya berhasil dibawa ke arah bisnis ini," ceritanya.

Dirinya melihat juga, bahwa tren fesyen di Indonesia mulai naik dengan banyak yang menggunakan barang-barang branded. Dengan mengikuti trend yang ada, Ronaldo akhirnya berfikir bahwa mereka yang pakai barang branded pasti butuh jasa untuk menjaganya.

"Di Indonesia sudah berani pakai barang branded, mereka pasti butuh jasa untuk membersihkan, servis, merestorasi dan lainnya. Sehingga saya memutuskan untuk memulai bisnis Lovelo ini," ceritanya.

 

Dalam berbisnis, Ronaldo juga membekali dirinya dengan soft skill yang dipelajarinya dari seorang Craftman sebuah tas bermerk terkenal didunia. Hal tersebut dilakukannya, agar bisa memberikan pelayanan yang maksimal  kepada setiap pelanggan yang mempercayakan barang branded mereka kepadanya.

 

"Kami memiliki sertifikat dari craftman sebuah tas bermerk, karena dalam menangani barang branded tidak boleh dengan coba-coba," jelasnya.