Puri > Profil

Johnnie Sugiarto, Piawai di Bisnis Pariwisata

Jumat, 15 September 2017 16:02 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : Ronald P. Gerson

Founder dan Chairman ELJHON Indonesia, Johnnie Sugiarto
Founder dan Chairman ELJHON Indonesia, Johnnie Sugiarto
Foto : Reggy Prawoso

Share this








Founder dan Chairman ELJHON Indonesia, Johnnie Sugiarto terkenal piawai di bisnis pariwisata. Johnnie memiliki hotel, resort, hingga biro wisata di banyak kota.

PURI – Pria ini sempat mencoba berbagai profesi. Akhirnya, berkecimpung di bisnis pariwisata. Bisnis bidang ini menjadi hal yang membanggakan bagi pemilik nama Johnnie Sugiarto. Pria yang akrab disapa Johnnie ini mengungkap, kariernya bermula dari bisnis radio di Palembang.

“Saya pernah bekerja di sebuah stasiun radio, dan saat bekerja di sana,  saya bermimpi bisa membeli radio tersebut,” ungkapnya

Tak sekadar mimpi, pria yang pernah menjadi wartawan di Harian Berita Ekspress Palembang ini berhasil memenuhi impiannya memiliki sebuah radio. Ketika sudah memiliki stasiun radio sendiri, dia tetap harus bekerja keras. Ya kerja keras membayar cicilan pembelian lewat pendapatan dari para pengiklan.

Sukses menggapai satu mimpi, Johnnie tak berhenti. Insting bisnisnya terus berjalan. Dia mencoba bisnis lain. Pilihannya jatuh dibidang wisata, seperti lounge, pusat hiburan, hotel, resort, hingga biro wisata di banyak kota.

“Dulu sering menawarkan paket berlibur ke suatu tempat dengan membayar sejumlah uang. Ternyata, cukup banyak orang tertarik,” ungkap pria yang juga Ketua Umum Marga Xiao Internasional ini.

Setelah Ia meyakini bisnis biro perjalanan berhasil, pada tahun 1984. Johnnie mengembangkan bisnis pendukung biro perjalanan, yakni perhotelan. Karena, menurutnya, saat memiliki biro perjalanan maka dirinya harus memiliki tempat menginap para tamu.

Akhirnya, dia membangun hotel pertama di Batam. Lanjut, mendirikan hotel di Bangka, Papua, dan kota lainnya. Dengan jaringan yang ada baik di media online, televisi, radio, travel dan hotel, dia pun memiliki harapan besar dalam dunia pariwisata.

Tak tanggung-tanggung, dia berharap bisa turut serta membangun pariwisata sehingga dapat memberikan pandangan yang baik kepada wisatawan nusantara maupun wisatawan internasional.

Ke depan, Johnnie berencana membuat sebuah destinasi wisata yang bisa membawa wisatawan ke Indonesia. Rencananya tersebut tidak main-main. Dia sudah mempersiapkan lahan seluas 1 hektare.

“Nantinya saya akan membangun rumah ibadah dan juga perpustakaan yang berisi tentang sejarah warga Xiao, jadi apabila nanti ada yang akan meriset tentang marga Xiao mereka tentunya akan ke Indonesia,” tandasnya.