Minggu, 21 Oktober 2018 11:10:00
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Adi Wijaya
Penggusuran PAUD Tunas Bangsa Berdampak Trauma Anak
Kondisi PAUD Tunas Bina pasca pembongkaran yang dilakukan saat jam belajar mengajar berlangsung.
Foto : Adi Wijaya
 

TAMANSARI - Komisi Perlindungan Anak menyayangkan penggusuran bangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tunas Bina, Taman Sari, Jakarta Barat. Apalagi, penggusuran dilakukan saat proses belajar-mengajar berlangsung.

 

Sekertaris Jenderal Komnas PA Dhanang Sasongko menerangkan, penggusuran tersebut akan berdampak pada psikologis siswa PAUD. Anak akan merasakan trauma mendalam akibat hal tersebut.

 

"Sangat tidak dibenarkan penggusuran lembaga PAUD dilakukan pada saat anak dan guru sedang dalam kegiatan belajar mengajar," kata Dhanang, saat dikonfirmasi, Sabtu (19/10/2018).

 

Seharusnya kata dia pejabat setempat dapat lebih bijak, bermartabat dan memperhatikan hak anak-anak dalam mengambil tindakan. Harus memikirkan relokasi pengganti sebelum dilakukannya penggusuran, agar siswa PAUD tetap memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan layak dan berlanjut.

 

"Apalagi kita pahami bersama bahwa PAUD sangat penting dalam meletakan dasar pembaangunan sumber daya manusia (SDM). Maka semua pihak harus  bersama melindungi dan memperhatikannya," jelasnya.

 

Untuk menghindari terjadinya hal serupa, Komnas PA meminta kepada Pemerintah Pusat maupun Provinsi memetakan status lokasi lembaga PAUD. Mengetahui seberapa banyak permasalahan yang harus dibenahi, mulai dari peruntukan bangunan hingga perijinannya.

 

"Terutama pada pelaksanaan penggusuran pada lembaga PAUD harusnya memperhitungkan waktu dan caranya. Memikirkan dampak, terutama yg menyangkut anak-anak, agar peristiwa ini tidak kembali terulang seperti PAUD Tunas Bina," tutupnya.

 

Diberitakan sebelumnya, bangunan PAUD Tunas Bina dibongkar aparatur kecamatan lantaran tidak memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), serta terkait penataan Kawasan Kota Tua, Rabu (17/10/2018). 

 

Namun, Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyied Baswedan justru menon-aktifkan jabatan Camat Taman Sari, Firman Ibrahim lantaran tidak mentolerir pembongkaran saat proses belajar PAUD berlangsung

Baca Juga

Berikan Komentar Anda