Puri > Laporan Utama

TP4D Kejari Jakarta Barat Kawal Pembangunan Wilayah

Kamis, 12 Januari 2017 15:53 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Adi Wijaya

Konferensi pers Kejari Jakarta Barat
Konferensi pers Kejari Jakarta Barat

Share this





Sepanjang 2016, TP4D Kejari Jakarta Barat sudah melakukan 4 kegiatan pengecekan fisik.

KEMBANGAN - Kejari Jakarta Barat telah membentuk Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) sejak 2015 silam. Tim ini, dibentuk berdasarkan SK Kepala Kejari KEP-10/0.1.12/Dek.3/11/2015. 

Tujuannya mendampingi pelaksanaan pembangunan. Juga, melakukan pengawasan penyerapan anggaran di tingkat pemerintahan kota. “Tugas utama tim ini berupaya pencegahan maraknya kasus korupsi pada pembangunan proyek,” kata Kepala Kejari Jakarta Barat Reda Mantovani, saat ditemui usai menggelar konferensi pers Laporan Akhir Tahun 2016 di aula Kejari Jakarta Barat, Kamis (12/1/2017).

Sepanjang 2016, tim sudah melakukan 4 kegiatan pengecekan fisik, yakni proyek pengadaan jasa konstruksi pembangunan Gelanggang Olah Raga (GOR) Cendrawasih, proyek rehabilitasi total kantor Kelurahan Maphar, proyek peningkatan trotoar, dan proyek penurapan kali.

Tim pun sempat mendampingi Wali Kota Jakarta Barat dalam isu penyelewengan kerja di kasus kepemilikan lahan di wilayah Krendang, Tambora, Jakarta Barat.

"Mungkin kita satu-satunya Kejari yang dapat memenangkan perkara tersebut. Kita tentu membela berdasarkan bukti-butik fakta di lapangan," pungkasnya.

 







Puri > Laporan Utama

Sortir dan Lipat Surat Suara, KPUD Jakarta Barat Akan Pekerjakan 100 Warga

Jumat, 13 Januari 2017 11:12 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Adi Wijaya

surat suara
surat suara

Share this





Pengerjaan menyortir dan melipat surat suara hanya satu pekan.

KEBONJERUK – Setelah proses pendistribusian kotak suara, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jakarta Barat, pada Jumat (20/1/2017), akan menerima 1,8 juta lembar surat suara. Nantinya, surat-surat ini harus terlebih dahulu disortir dan dilipat sebelum dimasukkan ke dalam kotak suara.

Mempersiapkan itu, Ketua Kelompok Kerja KPUD Jakarta Barat Cucum Sumardi siap mempekerjakan 100 warga Jakarta Barat. “Tugas mereka ya menyortir dan melipat. Pengerjaannya hanya satu pekan, dimulai sejak surat suara kami terima,” tuturnya saat dihubungi infonitas.com, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (12/1/2017).

Soal upah mereka, Cucum tidak mau menyebut. Namun, dia menjamin, proses sortir dan pelipatan akan dikawal ketat untuk mencegah terjadinya kecurangan. "Pengawasan dibantu kepolisian, seluruh staf KPUD, dan Panwaslu Jakarta Barat," ungkapnya.

Surat suara yang telah rampung nanti akan langsung didistribusikan ke tiap kecamatan. Disatukan bersama perlengkapan pemilihan di dalam kotak suara.

"Totalnya ada 2.934 Kotak suara. Sesuai jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Jakarta Barat," tutupnya.







Puri > Laporan Utama

KPUD Jakarta Barat Sebar 2.934 Kota Suara

Jumat, 13 Januari 2017 10:52 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Adi Wijaya

 Ilustrasi Kotak Suara
Ilustrasi Kotak Suara

Share this





Pasca pendistribusian kotak suara, maka akan dilanjutkan dengan distribusi surat suara.

KEBONJERUK – Ketua Kelompok Kerja (Komisi Pemilihan Kepala Daerah) KPUD Jakarta Barat, Cucum Sumardi mengatakan, saat ini pihaknya tengah mendistribusikan sebanyak 2.934 kotak suara.

“Enam Kecamatan telah menerimanya. Hanya Cengkareng dan Kalideres yang belum. Diperkirakan, hari ini dan besok rampung,” katanya.

Dia merincikan, 600 untuk kotak Suara di Cengkareng, 304 Kotak Suara di Grogol Petamburan, 160 Kotak Suara di Taman Sari, 340 Kotak Suara di Taman Sari, 417 Kotak Suara di Tambora, 476 di Kalideres, 283 Kotak Suara di Palmerah, dan 354 Kotak Suara di Kembangan.

Dia menerangkan, pasca pendistribusian kotak suara, maka akan dilanjutkan dengan surat suara. Ada sekitar 1,8 juta surat suara yang akan diterimanya, pada Jumat (20/2/2017) nanti. Itu sudah termasuk cadangan jika kedapatan rusak. "Hitungannya, total DPT ditambah 2,5 persen cadangan," ucapnya.

Selain itu, akan ada juga pendistribusian bilik suara berbahan kardus. Tiap TPS akan mendapatkan tiga bilik suara.

"Jadi, didalam kotak suara tersedia surat suara, lembar penghitungan, lembar berita acara, Alat Tulis Kantor (ATK), paku dan bantalan coblos," tutupnya.

Seperti diketahui ada 1.652.051 Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Jakarta Barat, yang akan menyalurkan suaranya di Pilkada 2017.







Puri > Laporan Utama

Masih Ada Lahan Fasos Fasum Pemkot Jakbar yang Terbengkalai

Kamis, 12 Januari 2017 16:08 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Adi Wijaya

Kejari Jakarta Barat
Kejari Jakarta Barat

Share this





Banyak lahan fasos fasum milik Pemkot Jakbar yang tidak terdata. Bahkan, ada juga yang sudah dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

KEMBANGAN – Kepala Kejari Jakarta Barat, Reda Mantovani mengakui banyak fasos dan fasum milik Pemkot Jakarta Barat (Jakbar) yang masih terbengkalai hingga saat ini. Lemahnya pengawasan sejak pemerintahan sebelumnya menjadi penyebab utama.

Sehingga, banyak yang tidak terdata. Bahkan, ada juga yang sudah dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Padahal, sejatinya, keberadaan fasos dan fasum mampu berguna untuk kepentingan masyarakat.

Sejak dibentuk tim pengawas pada 5 Oktober 2016, tercatat ada 7 kasus penyerobotan fasos fasum yang dilakukan baik oleh perorangan maupun perusahaan,” ucap Reda saat ditemui usai menggelar konferensi pers Laporan Akhir Tahun 2016 di aula Kejari Jakarta Barat, Jalan Kembangan Raya, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (12/1/2017).

Antara lain:

1. Penggunaan lahan seluas 2.859 meter persegi dan 1.089 meter persegi oleh Yayasan Pendidikan Rasa Sayang Mandiri.
2. Penggunaan lahan seluas 337 meter persegi oleh warga Jalan Menceng Raya RT005/011, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat.
3. Penggunaan lahan parkir Hotel Fave, Kembangan, Jakarta Barat.
4. Penggunaan lahan seluas 61.149 meter persegi, yang dipecah menjadi 166 sertifikat HGB di wilayah Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
5. Penggunaan lahan tanpa izin, yang diperuntukkan gudang di Perumahan Taman Harapan Indah.
6. Penggunaan lahan seluas 1.859 meter persegi, yang dipergunakan sebagai lokasi parkir Plaza Kedoya Elok.
7. Penggunaan lahan di sekolah Kasih Bunda.

"Kami membantu pengamanan aset Pemda melalui jalur administrasi maupun pendampingan hukum," tandasnya.

 







Puri > Laporan Utama

7 Kerja Nyata Kejari Jakarta Barat Sepanjang 2016

Kamis, 12 Januari 2017 15:37 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Adi Wijaya

Konferensi pers Kejari Jakarta Barat
Konferensi pers Kejari Jakarta Barat

Share this





Kejari Jakarta Barat berupaya membangun profesionalisme dan moral aparatur yang terintegerasi kepada keadilan masyarakat.

KEMBANGAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat merilis hasil kerja sepanjang 2016. Setidaknya, ada 7 kerja nyata yang sudah dilaksanakan.

Yakni, program pembentukan tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D), program fasos/fasum, program jaksa masuk sekolah, bantuan non ligitasi penguatan sistem e-tilang, perawatan barang sitaan dan rampasan, serta layanan publik berupa website.

Menurut Kepala Kejari Jakarta Barat Reda Mantovani, itu merupakan kinerja Kejari dalam membangun profesionalisme dan moral aparatur yang terintegrasi kepada keadilan masyarakat.

“Sesuai instruksi Presiden Joko Widodo yang mengoptimalkan pelayanan publik," kata Reda usai menggelar konferensi pers Laporan Akhir Tahun 2016 di Aula Kejari Jakarta Barat, Jalan Kembangan Raya, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (12/1/2017).

Sebagai lembaga hukum, Kejari Jakarta Barat dituntut memberikan kepastian dan rasa keadilan bagi masyarakat. Dengan cara transparansi penyelesaian perkara, cepat, tepat, serta bebas dari intervensi.

"Kita juga terus melakukan sosialisasi agar masyarakat semakin melek hukum," ungkapnya.

 







Puri > Laporan Utama

Kisah Malam di Pinangsia

Jumat, 06 Januari 2017 19:34 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Adi Wijaya

Petugas Damkar melakukan pemadaman api , Kamis (5/1/2017) malam. (Adi)
Petugas Damkar melakukan pemadaman api , Kamis (5/1/2017) malam. (Adi)

Share this





Kebakaran di pemukiman padat penduduk, setiap warga harus gesit menyelamatkan aneka ragam barang yang dibutuhkan.

TAMANSARI - Supriyatin (47), nampak tegar meski api menghanguskan seisi bangunan yang ditempatinya, di gang Senti RT02/04, kelurahan Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat. Tak ada barang yang terselamatkan. Hanya tersisa sebuah tas selempang hitam dan pakaian yang melekat di tubuhnya.

Supriyatin dan sang suami kaget, saat seorang temannya, Roni (36) memberi kabar kebakaran di lingkungan tinggalnya.

Pasangan suami-istri (pasutri) yang sedang asik melayani pembeli pun jadi tak karuan. Terpaksa sang istri lari terbirit-birit menuju lokasi kebakaran.

Sedangkan sang suami, saat itu, sedang menunggu pembeli menghabiskan santapan yang masih ada di piring. Selain itu, ia juga sambil menyicil menutup dagangannya. Pasuti ini berjualan pecel ayam dan lele di kawasan Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat.

"Gak ada barang yang bisa diselamatkan, mas. Semuanya ludes terbakar,"kata Supriyatin saat ditemui Infonitas.com dengan raut wajah sedih, tak jauh dari rumah yang sudah berubah menjadi arang itu, Jumat (6/1/2017) dini hari.

Niatan Supriyatin memberikan bekal perlengkapan sekolah dan hidup bagi ketiga anaknya, yang tinggal di Cilacap, Jawa Tengah pun sirna.

Seluruh barang, mulai dari seragam sekolah, buku, laptop, handphone, baju Koko, kerudung hangus terbakar. Padahal, pasutri ini berencana akan pulang kampung, pada Senin (9/1/2017) mendatang.

"Kalau sekarang masih libur sekolah. Kota Tua masih ramai pengunjung. Sayang kalau ditinggal pulang kampung,"ujarnya.

Di sisi lain, seorang kakek bercucu empat, Pardi (58) menceritakan kisahnya saat tak lama api muncul. Kala itu, dia sedang asik menonton acara televisi di rumahnya, yang juga berada di Gang Senti.

Tiba-tiba, kata dia, terdengar beberapa teriakan warga mengatakan kebakaran. Pardi pun langsung beranjak dari acara televisi yang ditontonnya itu. 

Kepanikan nampak di seluruh anggota keluarganya. Bergegas cepat, barang apa pun yang dilihatnya diangkut. Bahkan, tiba-tiba juga, saat mengangkut barang, dia merasa memiliki kekuatan lebih dari hari biasanya.

Sayang, usaha sudah dilakukan, tetapi tetap saja, barang yang diangkutnya bersama keluarga tak bisa terlampau berat.

Saat api mulai muncul, Pardi menerangkan, aliran listrik PLN belum padam. Warga masih sempat berhamburan menyelamatkan diri dan barang di rumah maisng-masing.

Berselang 20 menit, menurutnya, lokasi itu sudah nampak gelap gulita. Ketika itu, hanya terlihat kobaran api yang melahap satu persatu bangunan semi permanen di lokasi itu.

"Barang yang terselamatkan hanya pakaian, surat-surat identitas diri, sepeda motor dan sebuah kulkas,"ungkap Pardi dengan terbata-bata.

Ketua RW04, Kelurahan Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat menilai, petugas pemadam kebakaran sigap merespon laporan warga. Berselang sepuluh menit, mereka hadir di lokasi kebakaran. Berseragam lengkap serta helm, mereka bergegas turun dari unit damkar, dan berjibaku padamkan kobaran api. 

"Di sini, ada 120 bangunan. Terdiri dari 500 jiwa, 140 Kartu Keluarga (KK)," pungkas Ketua RW04.

Cukup lama api berhasil dipadamkan. Sejak api muncul sekitar Pukul 20.25 WIB, Kamis (5/1/2017) malam,  api baru bisa padam sekitar pukul 01.00 WIB, pada Jumat (6/1/2017).

Padahal, 32 unit Damkar sudah dikerahkan ke lokasi kebakaran, ditambah derasnya hujan yang turut membantu padamkan api. 

"Kami mengira api sudah padam. Namun, sempat muncul kembali karena bangunan rata-rata terbuat dari kayu," kata seorang petugas Damkar, A saat ditemui di lokasi kebakaran.

 







Puri > Laporan Utama

Meningkatkan Kesadaran Wajib Lapor Bagi Penduduk Baru

Kamis, 22 Desember 2016 19:28 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter :

Komandan Kodim 0503/JB, Letkol (inf) Wahyu Yudhayana, saat ditemui usai apel Tiga Pilar, di halaman Mapolres Metro Jakarta Barat, Kamis (22/12/2016).
Komandan Kodim 0503/JB, Letkol (inf) Wahyu Yudhayana, saat ditemui usai apel Tiga Pilar, di halaman Mapolres Metro Jakarta Barat, Kamis (22/12/2016).

Share this





Mencegah munculnya terduga terorisme, Tiga Pilar Jakarta Barat terus menyiasatinya. Berbagai upaya pencegahan pun dilakukan.

SLIPI – Aksi terorisme kembali terjadi. Kemarin, Kamis (21/12/2016), satu orang terduga teroris ditangkap dan tiga orang lainnya dinyatakan tewas lantaran sempat melakuakn perlawan dengan Datasemen Khusus (Densus) 88 di kawasan Tangerang Selatan, Banten.

Mencegah munculnya terduga terorisme, Tiga Pilar Jakarta Barat terus menyiasatinya. Berbagai upaya pencegahan pun dilakukan. Salah satunya, menegakkan kesadaran wajib lapor bagi penduduk baru.

"Program wajib lapor ini dirasa sudah semakin luntur. Perlu ditingkatkan, untuk mewaspadai munculnya terduga teroris di wilayah Jakarta Barat," tutur Komandan Kodim 0503/JB, Letkol (inf) Wahyu Yudhayana, saat ditemui usai apel Tiga Pilar, di halaman Mapolres Metro Jakarta Barat, Kamis (22/12/2016).

Dia menjelaskan, keamanan wilayah bukan semata-mata tanggung jawab aparat keamanan. Tetapi, harus didukung peran masyakarat.

"Jika penduduk baru itu enggak melapor kepindahannya, maka tetangganya segera melaporkannya kepada Ketua RT/RW setempat. Saya yakin, pejabat wilayah, RT/RW punya inisiatif tinggi untuk mendatangi warga baru tersebut," ungkapnya.

Sependapat dengannya, Wakil Wali Kota Jakarta Barat, M. Zen menagtakan akan segera mengumpulkan ketua RT/RW se-Jakarta Barat.

Pihaknya, akan kembali menyadarkan kepekaan ketua RT/RW untuk peduli terhadap warganya. Tak terkecuali warga yang baru pindah ke wilayahnya.

"Harus ada kesadaran tinggi. Ingat, masyarakat berperan aktif terhadap keamanan di lingkungannya,"ujar Zen







Puri > Laporan Utama

23 Kendaraan Parkir Liar di Kembangan Dijaring Petugas

Rabu, 14 Desember 2016 17:03 WIB
Editor : Dany Putra | Sumber : DBS

Ilustrasi Razia Kendaraan.
Ilustrasi Razia Kendaraan.

Share this





Razia ini dilakukan berdasarkan adanya laporan masyarakat di aplikasi Qlue. Sejumlah kendaraan tersebut dicabut pentil dan di tilang.

KEMBANGAN – Sebanyak 23 kendaraan roda dua dan empat yang sedang parkir liar di bahu jalan kawasan Kembangan, Jakarta Barat, dijaring petugas gabungan.

Camat Kembangan Agus Ramdani mengatakan, puluhan kendaraan yang terjaring razia tersebut sedang parkir di bahu jalan Kembangan Raya dan Kembang Harum. Dia berharap dengan penertiban ini membuat para pengendara jera dan tidak memarkirkan kendaraannya di bahu jalan.

"Penertiban kami lakukan sebagai tindak lanjut laporan warga melalui aplikasi Qlue," katanya, Rabu (14/12).

Dia melanjutkan, dalam operasi kali ini pihaknya menerjunkan 80 personel gabungan dari Satpol PP, TNI, dan Polri.  "23 kendaraan yang terjaring kita tindak dengan cabut pentil dan tilang," tandasnya.







Puri > Laporan Utama

Lawan Djarot Akan Segera Terima Putusan

Rabu, 14 Desember 2016 11:25 WIB
Editor : Dany Putra | Sumber : Detik.com

Djarot Saiful Hidayat
Djarot Saiful Hidayat

Share this





Terdakwa kasus penghadangan Cawagub DKI Jakarta Dajrot Saiful Hidayat , diperkirakan akan menerima putusan pekan depan.

KEBON JERUK – Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Reda Mantovani mengatakan persidangan kasus penghadangan kampanye yang menimpa Cawagub DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat akan dilakukan setiap hari. Sehingga, menurutnya, putusan sidang dapat segera ditetapkan melalui proses persidangan itu.

“Rabu 921/12) sudah putusan. Digelar tiap hari karena UU (Pilkada) mengatakan demikian. Kalau lebih dari itu melanggar Undang-undang,”kata Reda, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (14/12/2016).

Sang terdakwa, Naman S hari ini akan menjalani persidangan beragendakan eksepsi di depan majelis hakim yang diketuai oleh Ketua Majelis Hakim Masrizal. Seperti diketahui, Naman didakwa  dengan sengaja mengacaukan, menghalangi atau mengganggu jalannya kampanye di Kembangan Utara, Jakarta Barat, pada (9/11/2016) lalu.

Atas dakwaan tersebut, Jaksa penuntut umum (JPU), turut mendakwa Naman dengan sejumlah pasal. Naman didakwa lantaran melanggar pasal 187 ayat (4) UU RI No.10 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas Undang Undang No.1 Tahun 2015 Tentang penetapan peraturan Pemerintah Pengganti UU No.1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota Menjadi Undang Undang.

 

 







Puri > Laporan Utama

Hak Pilih Bagi Penghuni Panti Sosial di Jakarta Barat

Kamis, 08 Desember 2016 17:25 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter : Handrian

Ilustrasi panti sosial.
Ilustrasi panti sosial.

Share this





Rekomendasi surat dari panti dikatakan Ketua KPU Kota Administrasi Jakarta Barat diperlukan bagi mereka penghuni panti sosial yang ingin mencoblos.

KEBONJERUK - Selain menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dari masyarakat biasa. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Barat juga menetapkan sebanyak 550 jiwa penghuni panti sosial.

"Rinciannya, 473 jiwa dari panti Laras Sentosa, Cengkareng, dan 77 jiwa dari panti Sosial Grahita, Kalideres," tutur Ketua KPU Jakarta Barat, Sunardi saat dihubungi infonitas.com, Kebon Jeruk, Kamis (8/12/2016).

Dia menjelaskan, penetapan DPT penghuni panti itu sesuai rekomendasi Dinas Sosial dan ketua dari masing-masing panti. Syaratnya tetap yang memiliki KTP elektronik berdomisili DKI Jakarta.

"Syaratnya sama seperti masyarakat umumnya. Hanya saja mereka yang masuk DPT harus mendapatkan rekomendasi dari ketua panti setempat,"pungkas dia.

Untuk diketahui, KPU Kota Administrasi Jakarta Barat telah menetapkan DPT sebanyak 1.669.351 jiwa dari delapan kecamatan. Mereka lolos verifikasi sebagai pemilih untuk berpartisipasi dalam Pilkada DKI Jakarta, pada Febuari mendatang.







Puri > Laporan Utama

Kepala Sudin Hubtrans Jakarta Barat Siap Tindak Oknum

Kamis, 08 Desember 2016 15:10 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Adi Wijaya

Kepala Sudin Hub Trans Jakarta Barat,Anggita Banjarmahor (kanan) dan jajarannya, menandatangani Fakta Intergritas Sudin Hubtrans Jakarta Barat, Kamis (8/12/2016).
Kepala Sudin Hub Trans Jakarta Barat,Anggita Banjarmahor (kanan) dan jajarannya, menandatangani Fakta Intergritas Sudin Hubtrans Jakarta Barat, Kamis (8/12/2016).

Share this





Pungutan liar masih menjadi ancaman Suku Dinas Hubtrans Jakarta Barat. Oknum Sudin pun turut dipantau.

CENGKARENG - Tudingan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oknum personel Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) kerap terbersit pada benak masyarakat. Untuk mengantisipasinya, Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi (Sudin Hubtrans) Jakarta Barat menyatakan sikap anti pungli melalui Fakta Integritas.

Kepala Sudin Hubtrans Jakarta Barat Anggiat Banjarnahor menegaskan, terdapat dua bagian dari Fakta Integritas yaitu pernyataan sikap bagi anggota Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Non PNS yang bekerja di lingkungan Sudin Hubtrans.

"Untuk PNS, Fakta Integritas langsung dari Dinas, sedangkan Non PNS dari kami sendiri," tutur Banjamahor saat ditemui di kantornya, Pool Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (8/12/2016).

Nahor menjelaskan, ada dua poin yang ditekankan dalam Fakta Integritas . Dua poin tersebut adalah terkait  perilaku dan disiplin personel.

"Poin perilaku, jelas kami tekankan untuk tidak korupsi, pungli, dan gratifikasi. Sedangkan poin disiplin tentu menyangkut peningkatan kinerja,"ujarnya.

Lebih lanjut, dia menerangkan, Fakta Integritas ini akan selalu diingatkannya setiap apel di hari Senin. Tujuannya, kata dia, agar 352 personel Sudin Hubtrans selalu ingat terhadap dua poin tersebut.

"Kami akan ingatkan. Jangan sampai ada personel yang melanggarnya,”katanya.