Selasa, 09 Januari 2018 09:30:00
Editor : Galih Pratama | Reporter : M Nashrudin Albaany
Lokasi pedagang binaan di Jakbar.
Salah satu titik lokasi pedagang binaan di Jakarta Barat.
Foto : M Nashrudin Albaany
 

PURI - Suku Dinas Koperasi, Usaha, Mikro, Kecil, Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) Jakarta Barat (Jakbar) mencatat, penerimaan retribusi pedagang binaan di Jakbar selama tahun 2017 mengalami kenaikan. Bahkan, total realisasinya melebihi target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Kasudin KUMKMP Jakbar Nuraini Sylviana menyebutkan, penerimaan retribusi pedagang binaan di Jakbar selama 2017 mencapai Rp 3,01 miliar. Angka ini jauh melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp 1,99 miliar.

"Total penerimaan retribusi pedagang binaan di Jakbar tahun 2017 Rp 3,01 miliar. Jumlah itu melebihi target yang ditentukan, yakni Rp 1,99 miliar atau mencapai sekitar 151,15 persen," kata dia, Senin (8/1/2018).

Menurut Nuraini, realisasi penerimaan retribusi pedagang binaan di Jakarta Barat tertinggi dari lima kota di DKI Jakarta. Pasalnya, Sudin KUMKMP Jakbar rutin melakukan pengecekan agar tidak terjadi tunggakan pembayaran retribusi dari pedagang.

Sementara itu, lanjut Sylvi, jumlah pedagang binaan di Jakbar sebanyak 2.877 pedagang, terdiri atas 1.933 pedagang di lokasi sementara (loksem) dan 944 orang di lokasi binaan (lokbin). Mereka tersebar di 44 titik loksem dan lokbin di delapan kecamatan.

"Retribusi ini berasal dari pedagang yang berjualan di lokbin dan loksem. Tiap pedagang di lokbin dikenakan retribusi Rp 4.000 per hari dan pedagang di loksem sebesar Rp 3.000. Retribusi disetorkan melalui rekening bank DKI," tuturnya.

"Secara rutin kami mengingatkan pedagang agar tidak lalai membayar retribusi yang telah ditetapkan. Bagi yang tidak menyetor akan dikenakan sanksi. Tahapannya diberikan surat peringatan hingga tiga kali. Jika tidak dihiraukan, kios akan disegel," pungkasnya.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda