Rabu, 10 Januari 2018 14:25:00
Editor : Waritsa Asri | Reporter : M Nashrudin Albaany
1,3 ton ganja di halaman Polres Metro Jakarta Barat
1,3 ton ganja di halaman Polres Metro Jakarta Barat
Foto : Ronald P. Gerson
 

SLIPI - Polres Metro Jakarta Barat mulai melakukan penyitaan terhadap aset milik tersangka jaringan penyeludupan narkoba jenis ganja seberat 1,3 ton asal Aceh. Polisi menduga dalam kasus ini ada Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari para tersangka.

Satu persatu kediaman para tersangka didatangi dan digeledah. Beberapa barang bukti aset yang diduga hasil dari penjualan narkotika disita. Bahkan, dari hasil penghitungan sementara, total nilai barang yang diamankan mencapai miliaran rupiah.

"Kami masih melakukan inventaris, sejumlah barang milik keenam tersangka masih kami masukan. Dari hitungan kami, sementara ini totalnya mencapai miliaran rupiah," ujar Kepala Tim Lidik Satnarkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKP Dedi Herdian, Rabu (10/1/2018).

Dalam kasus ini, lanjut Dedi, pihaknya telah mengamankan enam tersangka, mereka yakni Franky Alexandro (31) sopir, Yohanes Christian Natal alias Ambon (30) dan Ade Susilo alias Chemonk (29) sebagai kenek. Ketiganya ditangkap di depan pintu masuk Pelabuan Bakauheni Lampung.

Kemudian Rizki Akbar (27) sebagai pemberi perintah ditangkap kediamannya di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Rocky Siahaan (34) sebagai pengendali dan pemberi perintah ditangkap di rumah kontrakannya di kawasan Sukadanau, Cikarang Barat. Gardawan alias Anto (24) sebagai penerima dan gudang penyimpanan ditangkap di rumahnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Dari enam pelaku, polisi menemukan aset tersangka Rizki paling banyak diantara yang lain, nilainya menyentuh angka miliaran rupiah. Asetnya berupa rumah yang tengah direnovasi mencapai Rp 400 juta, beberapa motor Rp 100 juta, tiga unit mobil 400 juta, serta beberapa barang lainnya.

"Kami juga menyita 15 rekening milik para tersangka yang sudah dibekukan. Salah satu rekeningnya mencapai Rp 200 juta. Sementara untuk 14 tersangka lain, kami masih berkoordinasi dengan pihak bank," jelasnya.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda