Rabu, 24 Januari 2018 16:06:00
Editor : Waritsa Asri | Reporter : M Nashrudin Albaany
Ilustrasi Anies-Sandi (Waritsa)
Ilustrasi Anies-Sandi (Waritsa)
Foto : istimewa
 

PURI - Hari ini, Rabu (24/1/2018) tepat 100 hari Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies-Sandi memimpin Ibukota. Sejumlah kebijakan telah dilakukan oleh pasangan yang diusung Gerindra, PKS dan PAN itu di Pilkada tahun lalu tersebut.

Menanggapi hal ini, pengamat perkotaan Yayat Supriana mengatakan, Anies-Sandi masih belum melakukan banyak gebrakan dalam menata Jakarta selama 100 hari masa kepemimpinan keduanya. Menurutnya, Anies-Sandi masih fokus kerja untuk memenuhi janji politiknya saat kampanye.

"Selama 100 hari ini, mereka baru mulai memenuhi janji-Janji politik ketika kampanye. Lalu mereka mengubah struktur, kebijakan yang dianggap kurang berpihak, pemberdayaan PKL, menghidupkan becak, dan reklamasi," katanya saat dihubungi infonitas.com melalui sambungan telepon.

Yayat menilai, Anies-Sandi baru bisa melakukan pekerjaan fisik pada Januari ini lantaran anggaran baru sudah tersedia. Selama tahun 2017 kemarin, Anies-Sandi hanya melanjutkan rencana kerja yang telah dibuat oleh gubernur DKI Jakarta sebelumnya.

"Jadi, dalam realisasi itu ada yang cepat ada yang tidak, sehingga belum maksimal. Kecepatan program keduanya juga belum didukung. Padahal ekspektasi masyarakat sangat tinggi," bebernya.

Dia mencontohkan program rumah DP nol rupiah. Menurutnya, sampai sekarang belum ada pembiayaan dan skema cicilan yang jelas. Hal yang sama terjadi dalam penataan Tanah Abang dan Kampung Akuarium serta pencabutan Pergub larangan motor lewat Jalan MH Thamrin oleh Mahkamah Agung.

"Ini membuat setiap warga punya ekspektasi. Entah apa ini kemajuan, kemunduran atau bahkan keberpihakan. Saya berharap mereka mampu merealisasikan janji dan visi misinya saat kampanye dulu," tandas Yayat.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda