Puri > Laporan Utama

Ngaku Terlilit Hutang, Tukang Pijat di Kalideres Nekat Culik Bayi

Sabtu, 20 Mei 2017 14:44 WIB
Editor : Ivan | Reporter : Chandra Purnama

Ilustrasi - Penculikan
Ilustrasi - Penculikan
Foto : istimewa

Share this








Beruntung, sebelum bayi dijual dengan harga Rp 5 juta, pelaku berhasil diamankan Polisi di rumah calon pembeli bayi.

KALIDERES – Dengan alasan terlilit hutang, seorang tukang pijat di kawasan Kalideres, Jakarta Barat nekat menculik bayi tetangganya. Beruntung, saat pelaku akan menjual bayi tersebut, Polisi lebih dulu menangkapnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Barat AKBP Andi Adnan menerangkan, penculikan terjadi pada Senin (15/5/2017) lalu di rumah orang tua korban, Jalan Prepedan, Kalideres. Saat itu, bayi yang baru berusia dua minggu tersebut tengah tidur bersama ibunya, Tri Anggun.

“Tepat pukul 14.00 WIB, kakek korban bernama Yanto membangunkan Tri dan menanyakan keberadaan cucunya. Sang ibu pun kaget lantaran buah hatinya tidak berada di sisinya lagi,” papar Andi kepada wartawan, Sabtu (20/5/2017).

Tri pun langsung mencari anaknya ke rumah pelaku yang diketahui berinisal IY. Sebab sebelum tertidur, IY diketahui sedang berada di rumah Tri. Namun sayang, saat Tri mendatangi rumah IY, pelaku tidak berada di rumah.

Karena panik,lanjut Andi, ibu korban bertanya ke seluruh tetangga rumahnya terkait keberadaan AVS, buah hatinya. Beruntung, saat itu salah satu tetangga bernama Nur Hafifah mengaku sempat bertemu IY yang tengah menggendong AVS di kawasan Rawa Bokor.

"Ibu korban mengecek ke Rawa Bokor, tapi tersangka dan anaknya sudah tidak ada di lokasi. Akhirnya Tri melapor ke polisi," ucap Andi.

Mendapat laporan tersebut, Polisi langsung melakukan penyelidikan. Berdasarkan keterangan dari tukang ojek di kawasan Rawa Bokor, tersangka sempat menaiki ojek dan meminta diantarkan ke rumah rekannya bernama Muji di kawasan Rawa Lele.

"Di rumah saksi Muji, kami mendapatkan korban dan tersangka. Kami langsung membawa tersangka ke Polres Jakarta Barat untuk dilakukan interogasi," kata Andi.

Setelah dilakukan introgasi, IY mengaku ke penyidik hendak menjual korban kepada Muji. Namun, Muji belum menyetujuinya.

"Tersangka bilang ke Muji, jika ingin merawat bayi itu cukup mengganti biaya persalinan sebesar Rp 5 juta. Jika Muji tak mau, anak tersebut akan dibawa ke Lampung untuk dijual," ujarnya.

Baca Juga : 11 Hari, Ada 84.031 Pelangar Lalu Lintas di Jakarta

Uang senilai Rp 5 juta sendiri rencananya akan digunakan pelaku untuk membayar hutang ke rentenir. Namun karena ulahnya, ia bukan melunasi hutang melainkan mendekam di ruang tahanan Mapolres Metro Jakarta Barat. Pelaku juga terancam hukuman 15 tahun penjara karena melanggar Pasal 83 juncto Pasal 76 F UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.