Puri > Laporan Utama

Minimalisasi Dilema Sambil Ukir Prestasi

Rabu, 17 Mei 2017 10:32 WIB
Editor : Admin | Reporter : Ade Indra Kusuma

Meilita Susanti, Owner Alba Collection.
Meilita Susanti, Owner Alba Collection.
Foto : Abdul Rahman

Share this








Selain stres berkurang karena bisa bekerja dekat keluarga, jadi momprenenur juga bisa jadi ajang ukir prestasi.

Info Utama - Saat hati mantap akan ‘menjejakkan karier’ sebagai seorang  mompreneur, awalilah dengan menentukan usaha atau kegiatan apa yang akan dijalankan. Saat ini,  sebenarnya sudah terbuka banyak kesempatan bagi calon momprenenur. Apalagi sekarang era digital, dan segala sesuatu hampir bisa dilakukan dari rumah.

Jika belum memiliki keterampilan khusus, bisa mulai dari bisnis jualan online (seperti jadi reseller, distributor atau produksi sendiri). Bisa juga ikut multi level marketing (MLM), direct selling,  penulis buku, blog, jurnal, kontributor web, penerjemah lepasan, atau bahkan cuma sekedar admin untuk memasukkan data. 

Jika memiliki keahlian tersendiri, bisa juga jadi freelancer di bidang, seperti teknologi informasi, konsultan keuangan , sampai jadi penasihat belanja atau selebritis Instagram.

“Setelah itu, jika sudah jadi mompreneur, jauhkan pola kerja sesempatnya saja karena terlalu sibuk dengan urusan keluarga, karena kita tidak pernah tahu kondisi keuangan keluarga kita ke depannya juga,” pungkas Rakhmi. Karena dengan kegigihan, meski masih merintis, seorang mompreneur pun tetap bisa berprestasi.

Tengoklah Meilita Susanti, Owner Alba Collection. Wanita kelahiran tahun 1984 mantap undur dari profesinya sebagai wanita karir dan jadi pengusaha hijab. Merintis bisnis dari yang awalnya omzetnya masih Rp 60 jutaan, kini empat tahun berjalan sudah bisa mencapai Rp 200 juta sebulan.  “Pelan-pelan saya usahakan sambil urus keluarga, dari belum punya konveksi sampai kini punya konveksi sendiri,” terang Ibu dari Jessica Devinia dan Vincent Ardian ini.

Ritme yang sama juga dirasakan oleh Diana Owner Global Art Indonesia Jakarta Barat. Merintis bisnis sejak 2014, Diana merasa sudah menemukan ‘dunia’nya. Dari yang awalnya jumlah murid di lembaganya masih puluhan, kini sudah bisa jadi ratusan. Tak ketinggalan Libryanti Then, Owner Hadiprana Art Class Citra 6 dan Hadiprana Art Centre Regional Jakarta Barat,  yang juga merintis bisnisnya pada 2014. Berusaha di sektor pendidikan seni, dirinya merasa sudah ‘on track’. Terbukti dirinya berhasil mengembangkan Hadiprana Art Class ini dari yang sebelumnya murid masih puluhan, sekarang jumlahnya sudah 230 murid dengan 20 tenaga pengajar. “Dulu dirintis dari modal sekitar Rp 1 M, kini pelan-pelan sudah bisa berkembang sampai memiliki dua ruko yang saya gunakan sebagai kelas dan kantor,” pungkas Libri.