Puri > Laporan Utama

Minggu Depan Pemkot Jakbar Akan Resmikan BKI

Selasa, 20 Februari 2018 15:45 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : M Nashrudin Albaany

Ilustrasi Tong Sampah (Ist)
Ilustrasi Tong Sampah (Ist)
Foto : istimewa

Share this








Pemkot Adm Jakarta Barat akan meresmikan Bank Kompos Induk pada Selasa (27/2/2018) mendatang, sebagai bentuk edukasi sekaligus konsistensi pemkot

PURI - Pemkot Adm Jakarta Barat akan meresmikan Bank Kompos Induk (BKI), di komplek perumahan kebersihan, Bambu Larangan, Kelurahan Cengkareng Barat. Rencananya, launching akan dilaksanakan pada Selasa (27/2/2018) mendatang.

"Peresmian bank kompos induk juga dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018. Rencananya akan diresmikan minggu depan di komplek perumahan kebersihan, Bambu Larangan," Sekko Jakarta Barat, H Eldi Andi, Selasa (20/2/2018).

Sementara itu, Kasudin Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Barat, Edy Mulyanto menambahkan, pembentukan BKI bertujuan untuk mengedukasi warga bahwa Pemkot Jakarta Barat konsisten dalam pengelolaan bank sampah, baik anorganik maupun organik. 

"Saat ini kita telah memiliki bank sampah induk dan 497 bank sampah unit (BSU) yang mengolah sampah anorganik, tersebar di 56 kelurahan dan delapan kecamatan se-Jakarta Barat," sebutnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, BKI akan mengolah sampah organik seperti sisa sayur mayur, tumbuhan, buah-buahan, dan dedaunan. Nantinya, sampah organik yang akan diolah di BKI juga berasal dari limbah pasar pasar tradisional, pasar Bunga Rawa Belong dan sebagainya.

"Pengelolaan BKI akan melibatkan pasukan orange dan warga. Kami juga dibantu Sudis Perindustrian dan Energi Jakarta Barat dalam proses pembuatan kemasan pupuk kompos menggunakan kertas tapioka," imbuhnya.

Ia mengungkapkan, BKI Jakarta Barat saat ini telah mengantongi nomor register dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Artinya, sampah organik yang diolah menjadi kompos di BKI Bambu Larangan dinyatakan layak dipergunakan. 

"Kami juga telah menjalin kerja sama dengan salah satu perusahaan di Kalimantan yang siap membeli hasil produksi pupuk kompos dari BKI," tutup Edy.