Puri > Laporan Utama

Masih Ada Lahan Fasos Fasum Pemkot Jakbar yang Terbengkalai

Kamis, 12 Januari 2017 16:08 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Adi Wijaya

Kejari Jakarta Barat
Kejari Jakarta Barat

Share this





Banyak lahan fasos fasum milik Pemkot Jakbar yang tidak terdata. Bahkan, ada juga yang sudah dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

KEMBANGAN – Kepala Kejari Jakarta Barat, Reda Mantovani mengakui banyak fasos dan fasum milik Pemkot Jakarta Barat (Jakbar) yang masih terbengkalai hingga saat ini. Lemahnya pengawasan sejak pemerintahan sebelumnya menjadi penyebab utama.

Sehingga, banyak yang tidak terdata. Bahkan, ada juga yang sudah dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Padahal, sejatinya, keberadaan fasos dan fasum mampu berguna untuk kepentingan masyarakat.

Sejak dibentuk tim pengawas pada 5 Oktober 2016, tercatat ada 7 kasus penyerobotan fasos fasum yang dilakukan baik oleh perorangan maupun perusahaan,” ucap Reda saat ditemui usai menggelar konferensi pers Laporan Akhir Tahun 2016 di aula Kejari Jakarta Barat, Jalan Kembangan Raya, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (12/1/2017).

Antara lain:

1. Penggunaan lahan seluas 2.859 meter persegi dan 1.089 meter persegi oleh Yayasan Pendidikan Rasa Sayang Mandiri.
2. Penggunaan lahan seluas 337 meter persegi oleh warga Jalan Menceng Raya RT005/011, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat.
3. Penggunaan lahan parkir Hotel Fave, Kembangan, Jakarta Barat.
4. Penggunaan lahan seluas 61.149 meter persegi, yang dipecah menjadi 166 sertifikat HGB di wilayah Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
5. Penggunaan lahan tanpa izin, yang diperuntukkan gudang di Perumahan Taman Harapan Indah.
6. Penggunaan lahan seluas 1.859 meter persegi, yang dipergunakan sebagai lokasi parkir Plaza Kedoya Elok.
7. Penggunaan lahan di sekolah Kasih Bunda.

"Kami membantu pengamanan aset Pemda melalui jalur administrasi maupun pendampingan hukum," tandasnya.

 







Puri > Laporan Utama

TP4D Kejari Jakarta Barat Kawal Pembangunan Wilayah

Kamis, 12 Januari 2017 15:53 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Adi Wijaya

Konferensi pers Kejari Jakarta Barat
Konferensi pers Kejari Jakarta Barat

Share this





Sepanjang 2016, TP4D Kejari Jakarta Barat sudah melakukan 4 kegiatan pengecekan fisik.

KEMBANGAN - Kejari Jakarta Barat telah membentuk Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) sejak 2015 silam. Tim ini, dibentuk berdasarkan SK Kepala Kejari KEP-10/0.1.12/Dek.3/11/2015. 

Tujuannya mendampingi pelaksanaan pembangunan. Juga, melakukan pengawasan penyerapan anggaran di tingkat pemerintahan kota. “Tugas utama tim ini berupaya pencegahan maraknya kasus korupsi pada pembangunan proyek,” kata Kepala Kejari Jakarta Barat Reda Mantovani, saat ditemui usai menggelar konferensi pers Laporan Akhir Tahun 2016 di aula Kejari Jakarta Barat, Kamis (12/1/2017).

Sepanjang 2016, tim sudah melakukan 4 kegiatan pengecekan fisik, yakni proyek pengadaan jasa konstruksi pembangunan Gelanggang Olah Raga (GOR) Cendrawasih, proyek rehabilitasi total kantor Kelurahan Maphar, proyek peningkatan trotoar, dan proyek penurapan kali.

Tim pun sempat mendampingi Wali Kota Jakarta Barat dalam isu penyelewengan kerja di kasus kepemilikan lahan di wilayah Krendang, Tambora, Jakarta Barat.

"Mungkin kita satu-satunya Kejari yang dapat memenangkan perkara tersebut. Kita tentu membela berdasarkan bukti-butik fakta di lapangan," pungkasnya.

 







Puri > Laporan Utama

7 Kerja Nyata Kejari Jakarta Barat Sepanjang 2016

Kamis, 12 Januari 2017 15:37 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Adi Wijaya

Konferensi pers Kejari Jakarta Barat
Konferensi pers Kejari Jakarta Barat

Share this





Kejari Jakarta Barat berupaya membangun profesionalisme dan moral aparatur yang terintegerasi kepada keadilan masyarakat.

KEMBANGAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat merilis hasil kerja sepanjang 2016. Setidaknya, ada 7 kerja nyata yang sudah dilaksanakan.

Yakni, program pembentukan tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D), program fasos/fasum, program jaksa masuk sekolah, bantuan non ligitasi penguatan sistem e-tilang, perawatan barang sitaan dan rampasan, serta layanan publik berupa website.

Menurut Kepala Kejari Jakarta Barat Reda Mantovani, itu merupakan kinerja Kejari dalam membangun profesionalisme dan moral aparatur yang terintegrasi kepada keadilan masyarakat.

“Sesuai instruksi Presiden Joko Widodo yang mengoptimalkan pelayanan publik," kata Reda usai menggelar konferensi pers Laporan Akhir Tahun 2016 di Aula Kejari Jakarta Barat, Jalan Kembangan Raya, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (12/1/2017).

Sebagai lembaga hukum, Kejari Jakarta Barat dituntut memberikan kepastian dan rasa keadilan bagi masyarakat. Dengan cara transparansi penyelesaian perkara, cepat, tepat, serta bebas dari intervensi.

"Kita juga terus melakukan sosialisasi agar masyarakat semakin melek hukum," ungkapnya.

 







Puri > Laporan Utama

23 Kendaraan Parkir Liar di Kembangan Dijaring Petugas

Rabu, 14 Desember 2016 17:03 WIB
Editor : Dany Putra | Sumber : DBS

Ilustrasi Razia Kendaraan.
Ilustrasi Razia Kendaraan.

Share this





Razia ini dilakukan berdasarkan adanya laporan masyarakat di aplikasi Qlue. Sejumlah kendaraan tersebut dicabut pentil dan di tilang.

KEMBANGAN – Sebanyak 23 kendaraan roda dua dan empat yang sedang parkir liar di bahu jalan kawasan Kembangan, Jakarta Barat, dijaring petugas gabungan.

Camat Kembangan Agus Ramdani mengatakan, puluhan kendaraan yang terjaring razia tersebut sedang parkir di bahu jalan Kembangan Raya dan Kembang Harum. Dia berharap dengan penertiban ini membuat para pengendara jera dan tidak memarkirkan kendaraannya di bahu jalan.

"Penertiban kami lakukan sebagai tindak lanjut laporan warga melalui aplikasi Qlue," katanya, Rabu (14/12).

Dia melanjutkan, dalam operasi kali ini pihaknya menerjunkan 80 personel gabungan dari Satpol PP, TNI, dan Polri.  "23 kendaraan yang terjaring kita tindak dengan cabut pentil dan tilang," tandasnya.







Puri > Laporan Utama

Lawan Djarot Akan Segera Terima Putusan

Rabu, 14 Desember 2016 11:25 WIB
Editor : Dany Putra | Sumber : Detik.com

Djarot Saiful Hidayat
Djarot Saiful Hidayat

Share this





Terdakwa kasus penghadangan Cawagub DKI Jakarta Dajrot Saiful Hidayat , diperkirakan akan menerima putusan pekan depan.

KEBON JERUK – Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Reda Mantovani mengatakan persidangan kasus penghadangan kampanye yang menimpa Cawagub DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat akan dilakukan setiap hari. Sehingga, menurutnya, putusan sidang dapat segera ditetapkan melalui proses persidangan itu.

“Rabu 921/12) sudah putusan. Digelar tiap hari karena UU (Pilkada) mengatakan demikian. Kalau lebih dari itu melanggar Undang-undang,”kata Reda, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (14/12/2016).

Sang terdakwa, Naman S hari ini akan menjalani persidangan beragendakan eksepsi di depan majelis hakim yang diketuai oleh Ketua Majelis Hakim Masrizal. Seperti diketahui, Naman didakwa  dengan sengaja mengacaukan, menghalangi atau mengganggu jalannya kampanye di Kembangan Utara, Jakarta Barat, pada (9/11/2016) lalu.

Atas dakwaan tersebut, Jaksa penuntut umum (JPU), turut mendakwa Naman dengan sejumlah pasal. Naman didakwa lantaran melanggar pasal 187 ayat (4) UU RI No.10 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas Undang Undang No.1 Tahun 2015 Tentang penetapan peraturan Pemerintah Pengganti UU No.1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota Menjadi Undang Undang.

 

 







Puri > Laporan Utama

Lurah dan Camat Diminta Cari Lokasi Binaan PKL

Kamis, 15 September 2016 15:05 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter :

PKL Kota Tua Menunggak Retribusi Hingga Rp 300 Juta (PKL Binaan).
PKL Kota Tua Menunggak Retribusi Hingga Rp 300 Juta (PKL Binaan).

Share this





Pemkot Jakarta Barat memiliki 4 lokasi binaan dan 44 lokasi sementara untuk menampung para PKL binaan.

KEMBANGAN – Guna meminimalisasi keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) Liar, Suku Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan menyarankan agar Lurah dan Camat mencari Lokasi Binaan (Lokbin).

Saat ini, Pemkot Jakarta Barat baru memiliki empat lokasi PKL Binaan, di Meruya Ilir, Rawa Buaya, Cengkareng, dan Tegal alur.

"Lokasi PKL Binaan ini harus berada di aset Pemprov," tutur Kasudin Koperasi, UMKM, dan Perdagangan, Sinar Sinurat kepada infonitas.com, Kamis (15/9/2016).

Dia menjelaskan, dari keempat Lokbin yang ada, Lokbin Tegal Alur sudah tak aktif. Sebab, lokasinya  kurang strategis sehingga minat para pedagang berkurang. "Mereka keluar satu persatu. Terutama yang berada di lantai 2," tutupnya.

Selain 4 Lokbin yang ada, Pemkot Jakarta Barat juga memfasilitasi 1.250 PKL Binaan dengan membuka sebanyak 44 Lokasi Sementara (Loksem) yang tersebar di delapan kecamatan.







Puri > Laporan Utama

PKL Kota Tua Menunggak Retribusi Hingga Rp 300 Juta

Kamis, 15 September 2016 14:58 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter :

PKL Kota Tua Menunggak Retribusi Hingga Rp 300 Juta.
PKL Kota Tua Menunggak Retribusi Hingga Rp 300 Juta.

Share this





Tunggakan sudah berlangsung sejak adanya penarikan langsung (autodebet) di bank DKI.

KEMBANGAN - Suku Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Jakarta Barat mencatat, sebanyak 382 Pedagang Kaki Lima (PKL) di lokasi sementara (Loksem) Kota Tua menunggak retribusi. Total nilai retribusi sudah mencapai Rp 300 juta.

Tunggakan itu sudah berlangsung sejak adanya penarikan langsung (autodebet) di bank DKI.

Kendati begitu, Kasudin Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Jakarta Barat Sinar Sinurat mengungkapkan, penunggakan itu tidak sepenuhnya terjadi karena para PKL, tetapi juga karena kesalahan sistem autodebet.

"Bank DKI langsung menutup auto debetnya jika para PKL menunggak selama tiga bulan," tutur Sinar kepada infonitas.com, Kamis (15/9/2016).

Dia menjelaskan, pihaknya telah menyarankan pada Bank DKI untuk menghapus sistem itu. Nantinya, penunggakan akan ditagih dengan sistem house to house. "Kita akan bantu mereka untuk menagih secara langsung. Jika tidak juga membayar, ya harus hengkang. Masih banyak kok para PKL yang mau di Kota Tua," paparnya.







Puri > Laporan Utama

2 Pelaku Begal di Kembangan Dihajar Massa

Rabu, 14 September 2016 14:01 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Handrian

Dua pelaku begal motor di Kembangan
Dua pelaku begal motor di Kembangan

Share this





Pelaku gagal membegal korbannnya. Warga langsung menghadang dan menghajar pelaku.

KEMBANGAN - Dua pelaku begal berinisial RCN (19) dan KA (29) babak belur dihajar massa. Keduanya ketangkap basah saat tengah beraksi di depan SPBU Pertamina, Jalan Puri Kembangan RT02/03, Kembangan Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, pada Rabu (14/9/2016).

“Pelaku gagal membegal sepeda motor milik Muhamad Sarifudin (17). Kejadiannya dini hari tadi, sekitar pukul 03.30 WIB,” kata Kapolsek Kembangan Kompol Aldo Ferdian, Rabu (14/9/2016).

Berdasar keterangan saksi, pelaku memepet sepeda motor yang sedang dikendarai korban. Pelaku lalu menodong korban dengan sebilah gergaji. “Dia panik, langsung berhenti dan berteriak. Kebetulan Rohim (23) mendengarnya. Saksi bersama warga dan pengendara lainnya langsung menghadang pelaku dan menghajarnya,” tuturnya.

Tak lama kemudian, tim patroli Buru Sergap (Buser) melintas. "Pelaku, korban, dan saksi sudah kami bawa ke Mapolsek untuk dimintai keterangan," tutupnya.







Puri > Laporan Utama

Panitia Kurban Harus Perhatikan Kebersihan

Rabu, 07 September 2016 14:21 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Farid Hidayat

Ilustrasi-Hewan kurban.
Ilustrasi-Hewan kurban.

Share this





Daging hewan kurban harus terjaga kebersihannya. Begitupun area tempat penyembelihan hewan.

KEMBANGAN - Walikota Jakarta Barat Anas Effendi mengimbau kepada panitia kurban agar lebih memperhatikan kebersihan, baik kebersihan daging kurban maupun lingkungan. Proses penyembelihan hewan kurban harus dilakukan dengan tepat sesuai tuntunan.

Selain itu, juga harus bersih. “Lokasi penyembelihan harus higienis. Panitia harus menyiapkan saluran untuk darah hewan. Sehingga, darah mengalir langsung ke saluran,” kata Anas kepada infonitas.com, Rabu (7/9/2016).

Begitupun kantong plastik yang akan digunakan untuk mengemas daging kurban, juga harus higienis. “Terkait itu, beberapa panitia juga akan kami beri kantong plastik gratis. Harapannya, agar bisa menjadi contoh dan semua panitia dapat mengikutinya,” tutur Anas.

Sebelumnya, Suku Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan juga sudah melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada ratusan panitia kurban. Dalam Bimtek dijelaskan cara penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam.

"Kami harapkan mereka menerapkan penyembelihannya sesuai bimbingan kami," tutupnya.







Puri > Laporan Utama

56 Panwaslu di Jakarta Barat Harus Profesional

Jumat, 02 September 2016 14:58 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Purwanto

Ilustrasi-56 Panwaslu di Jakarta Barat Harus Profesional.
Ilustrasi-56 Panwaslu di Jakarta Barat Harus Profesional.

Share this





Bila ada anggota Panwaslu yang ‘bermain’, Puadi tidak akan segan mengambil tindakan tegas sesuai aturan berlaku.

KEMBANGAN – Panitia Pengawas Pemilu Kota Jakarta Barat telah melantik 56 Petugas Pengawas Lapangan (PPL). Nantinya, para petugas ini bertugas mengawasi jalannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017 di setiap kelurahan.

“Sebelumnya, mereka telah menjalani serangkaian seleksi, di antaranya perekrutan, penjaringan, pendaftaran, dan penyeleksian hingga penetapan tugas. Mereka harus bekerja optimal dan profesional. Tidak boleh berpihak,” tutur Ketua Panwaslu Kota Jakarta Barat, Puadi kepada Infonitas.com, Jumat (2/9/2016).

Bila ketahuan ada yang ‘bermain’ dengan salah satu tim sukses, Puadi tidak akan segan mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku.

“Saat ini, mereka sudah mulai bekerja hingga kepala daerah terpilih. Intinya, PPL yang terpilih  harus menaati aturan dan memegang teguh visi dan misinya , yakni SIM-P (soliditas, integritas, mental dan profesional),” paparnya.







Puri > Laporan Utama

Geger, Pria Membusuk di Kamar Indekos Kembangan

Selasa, 05 April 2016 17:26 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Chandra

Ilustrasi Mayat
Ilustrasi Mayat

Share this





Pertama kali ditemukan jasad korban yang sudah membusuk dalam keadaan terlentang di kasurnya

KEMBANGAN – Warga Kampung Pesanggrahan RT03/03, Kelurahan Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat digegerkan temuan jasad pria bernama Iwan (54). Iwan didapati membusuk di sebuah kamar indekos.

Kapolsek Metro Kembangan Kompol Imam Santoso mengatakan, jasad korban pertama kali ditemukan tetangga korban Mustain (45). Saat ditemukan korban dalam posisi terlentang di atas kasur dalam kamarnya. "Mustain curiga dengan aroma busuk. Saat diintip dari jendela, ternyata Iwan sudah membusuk," tutur Imam kepada infonitas.com. Selasa, (5/4/2016).

Setelah melihat jasad korban Mustain langsung memberitahu kepada warga sekitar. Dia pun langsung menghubungi polisi."Warga mendobrak pintu kamar korban, lalu menghubungi polisi," tuturnya. “Saat ini jasad korban sudah dibawa ke RSCM untuk dilakukan autopsi. Hasil olah TKP yang kami lakukan, sementara ini korban tewas diduga akibat sakit, karena sudah lama tak bernyawa, jadi tubuh korban sudah membusuk,” ujarnya.