Puri > Laporan Utama

Lakukan Pungli, Pasukan Oranye Jakarta Barat Bebas Dari Penjara

Selasa, 11 Juli 2017 20:51 WIB
Editor : Muhammad Saiful Hadi | Sumber : dbs

Ilustrasi pasukan oranye.
Ilustrasi pasukan oranye.
Foto : istimewa

Share this








Pasukan oranye yang melakukan pungli Rp600 ribu perbulan, tidak akan dipenjara namun diserahkan ke instansinya.

KEMBANGAN - Kejaksaan Negeri jakarta Barat tidak akan menahan ketiga pelaku yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) alasannya, mereka akan diserahkan ke instansi masing-masing.

Dua petugas pasukan oranye berinisial AH dan IM, diketahui menarik uang sekitar Rp600 ribu per bulan. Kemudian satu anggota staf Sudin LH Jakbar berinisial VM yang meraup uang pungli sebesar Rp 12juta setiap bulan.

"Kita serahkan kepada inspektorat Pemkot Jakarta Barat untuk mereka tangani. Jadi ini tidak akan dipidana (dipenjara) karena ini sifatnya etik," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Jakbar Reda Manthovani, Selasa (11/7/2017).

Reda menjelaskan OTT terhadap pasukan oranye tersebut bertujuan memberikan shock therapy. Dia berharap, dengan adanya OTT tersebut, pasukan oranye tidak akan melakukan pungli.

"Ini kan tujuannya beri shock therapy, jadi kita lihat dulu. Kita serahkan ke inspektorat. Kalau masih ada pungli lagi, mau nggak mau kita pidanakan," ucapnya.

Meski kasus ini dilimpahkan ke Pemkot Jakbar, pasukan oranye yang kena OTT tetap akan mendapat sanksi. Namun sanksinya tidak akan berujung penjara.

"Sanksinya bisa berupa pemecatan, pencopotan jabatan, skorsing. Paling berat dipecat," kata Reda.