Puri > Laporan Utama

Kawasan Kota Tua Terancam Banjir

Kamis, 19 Juli 2018 16:08 WIB
Editor : Galih Pratama | Reporter : Adi Wijaya

Ilustrasi Kali Besar, Kota Tua.
Ilustrasi Kali Besar, Kota Tua.
Foto : istimewa

Share this








Arkeolog Candrian Attahiyat menyebut fungsi Kali Besar kini berubah. Perubahan fungsi tersebut dikhawatirkan membuat Kota Tua terancam banjir.

TAMANSARI - Revitalisasi Kali Besar, kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat menuai kontroversi. Meski desain nampak ciamik, namun dikhawatirkan dapat menimbulkan permasalahan banjir.

Arkeolog Candrian Attahiyat menyebut fungsi Kali Besar kini berubah. Kali itu justru seperti kolam dengan tanggul setinggi dua meter pada sisi kanan dan kiri. "Fungsi Kali Besar sudah berubah. Nampak seperti kolam," kata Chandrian saat dikonfirmasi, Kamis (19/7/2018).

Dia mengkhawatirkan, kedua tanggul beton yang saat ini rampung didirikan berdampak meluapnya kali. Sehingga akan menimbulkan banjir di kawasan Kota Tua tersebut.

"Dua tanggul itu kemungkinan untuk melindungi jembatan apung atau taman apung yang berada di tengah-tengah kali. Kondisi di Kali Besar juga dangkal, banyak lumpur. Sebab ada juga pipa-pipa berukuran besar di aliran di Kali Besar. Pipa itu, pipa dari mesin penyaring air. Pasti terendam," jelasnya.

Tak hanya kawasan Kota Tua, banjir akibat revitalisasi Kali Besar juga akan berdampak hingga kawasan Glodok serta jalan di Kawasan Stasiun Jakarta Kota. Sebab, Kali Kerukut dari kawasan Asemka mengarah Kali Besar saat ini juga dalam kondisi dangkal.

"Perubahan fungsi Kali Besar itu, jadi salah satu catatan dari pihak UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Culutural Organization) menolak Kota Tua itu menjadi kawasan world heritage," tutupnya.