Puri > Laporan Utama

Jakarta Barat Rawan Wabah DBD

Rabu, 07 Februari 2018 19:18 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : M Nashrudin Albaany

Penderita DBD
Penderita DBD
Foto : istimewa

Share this








Wali Kota Jakbar, Anas Effendi mengungkapkan wilayah Jakarta Barat masuk rawan DBD tercatat sudah ada 41 kasus selama periode Januari hingga Februari

PURI - Wabah demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi momok serius bagi warga di Jakarta Barat. Pasalnya, selama periode Januari hingga Februari ini, tercacat sudah ada 41 kasus DBD.

"Hasil laporan demam berdarah di Jakarta Barat ada sebanyak 41 kasus. Kelurahan Kapuk, Cengkareng masih tertinggi sebanyak 11 kasus dan Kelurahan Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan sebanyak 9 kasus," kata Wali Kota Jakbar, Anas Effendi, Rabu (7/2/2018).

Dari lima wilayah kota di DKI Jakarta, lanjut Anas, wilayah Jakarta Barat saat ini masuk wilayah tertinggi kasus DBD. Karena itu, dia meminta lurah lebih intensif memberdayakan masyarakat agar ikut aktif melakukan pencegahan.  

"Lurah dan Camat harus gencar menyosialisasikan penanggulangan DBD di wilayahnya masing-masing. Untuk menangani hal ini, libatkan juga unsur masyarakat untuk aktif menggelar pemberantasan sarang nyamuk (PSN)," tegasnya.

Sementara itu, dari delapan kecamatan di Jakarta Barat, hanya wilayah Tamansari dan Tambora yang belum ditemukan kasus demam berdarah. Namun, aparatur di wilayah tetap diminta untuk mengaktifkan kembali peran juru pemantau jentik (jumantik) ditiap rumah.

"Selalu waspadai ancaman demam berdarah. Libatkan dan berdayakan masyarakat dalam penanganannya," tandasnya.