Puri > Laporan Utama

Rawan Kekerasan Seksual Anak Di Jakarta Barat

ECPAT Minta Pemerintah dan Kepolisian Tangani Kasus Kekerasan Anak

Sabtu, 20 Januari 2018 20:02 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : M Nashrudin Albaany

Ilustrasi kekerasan pada anak
Foto : istimewa

Share this








ECPAT meminta pemerintah dan kepolisian serius menangani kasus kekerasan serta eksploitasi anak

PURI - Lembaga Ending the Sexual Exploitation of Children (ECPAT) Indonesia mendesak penegak hukum dalam hal ini kepolisian, untuk berani membongkar sindikat kejahatan kekerasan dan ekploitasi seksual anak.

"Kekerasan dan ekploitasi seksual anak ini sudah sangat mengkhawatirkan, maka itu perlu tindakan serius dari pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mengatasi hal ini," kata Koordinator ECPAT, Ahmad Sofian kepada infonitas.com

Tak hanya itu, pihak kepolisian juga diminta untuk dapat mengumumkan siapa saja yang terlibat dalam kejahatan ini secara transparan ke publik, termasuk para penikmat atau konsumen seks anak yang memanfaatkan video porno.

"Kepolisian perlu mengembangkan penyidikan terhadap sindikat lain yang sudah memproduksi konten porno anak," imbuhnya.

Disisi lain, Sopian juga menyoroti tentang kecilnya alokasi anggaran dalam melakukan penyidikan terhadap kejahatan seksual anak. Untuk melakukan penyidikan kasus ini, kepolisian perlu investigasi dan pengamanan destinasi wisata dari pelaku kejahatan seksual anak.

"Jadi mereka tidak hanya duduk dan menunggu laporan di kantor, tetapi perlu memasang telinga lebar-lebar dan mencari informasi seakurat mungkin dari berbagai informan di destinasi wisata," paparnya.

Sementara itu, lanjut Sofian, pemerintah yang dalam hal ini Kemensos juga harus segera melakukan langka-langkah pemulihan psikologis, rehabilitasi sosial dan juga kesehatan anak-anak tersebut, untuk menghindarkan kerugian yang lebih besar lagi terhadap para korban tersebut. 

"Dan untuk Kementerian Permberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak harus segera melakukan edukasi kepada anak-anak di Indonesia tentang bahaya mengakses konten pornografi dan langkah-langkah untuk mencegah menyaksikan konten pornografi," tutupnya.