Jumat, 10 Agustus 2018 17:30:00
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Adi Wijaya
Dukung Relokasi Lahan Pemprov, Warga Kembangan Diusir Oknum Aparat
Permukiman warga di eks kawasan Taman Kota, Kembangan, Jakarta Barat
Foto : Adi Wijaya
 

KEMBANGAN - Konflik penggunaan tanah ilegal kencang terasa di eks kawasan Taman Kota, Kembangan, Jakarta Barat. Bahkan, warga yang menerima ajakan relokasi mendapatkan perlakuan tidak mengenakan, yakni diusir dari kawasan tersebut.

Salah satunya, dialami warga berinisial A (40). Dirinya mengaku dituding berkhianat lantaran mendukung program Pemprov DKI. Sebab, mayoritas warga di kawasan tersebut menolak direlokasi.

"Saya tahu lahan di Taman Kota itu punya Pemprov DKI Jakarta. Untuk apa juga, saya itu mau bangun lagi rumah di sana," ungkap A, saat dikonfirmasi, Jumat (10/8/2018).

Terkait adanya penolakan relokasi ke rusun, diduga terdapat 'backing' oknum aparat kepolisian dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Warga yang rumahnya terbakar dijanjikan dibuatkan sertifikat rumah.

"Mereka panggil LSM, ramai-ramai di Taman Kota menonton kita diusir. Serasa saya dan warga lain yang menerima ajakan relokasi ini warga buangan. Mereka tak sadar, jika lahan itu lahan pemerintah. Bukan milik warga Taman Kota. Kebanyakan, warga luar Jakarta. Mereka semua arogan sekali," jelasnya.

Pengusiran tersebut dibenarkan Camat Kembangan, Agus Ramdhani. Pengusiran itu dilakukan warga lantaran dianggap mendukung Pemprov DKI Jakarta. Sebagian besar warga telah mendirikan bangunan semi permanen di lokasi tersebut.

"Memang benar ada pengusiran. Warga yang diusir itu, merupakan warga yang dukung program pemerintah untuk direlokasi lantaran mengakui jika lahan di Taman Kota milik Pemprov DKI Jakarta," tutupnya.

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda