Puri > Laporan Utama

Begini Cara Kerja Lurah Tanjung Duren

Senin, 20 Maret 2017 19:19 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Wahyu Muntinanto

Lurah Tanjung Duren Iskandar. (Wahyu)
Lurah Tanjung Duren Iskandar. (Wahyu)
Foto : Wahyu Muntinanto

Share this








Namun dari lima tertib tersebut, ia memprioritaskan tertib kaki lima dan tertib lalu lintas.

TANJUNG DUREN - Ketertiban berbisnis dan ketertiban lalu lintas menjadi prioritas utama yang dilakukan Lurah Tanjung Duren Utara, Iskandar. Apalagi, mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu kawasan sentra bisnis yang berada di Jakarta Barat.

Ia mengatakan memiliki acuan kerja lima tertib yakni tertib bangunan, tertib kaki lima, tertib lalu lintas, tertib buang sampah dan tertib demo. Namun, dari lima tertib tersebut ia memprioritaskan tertib kaki lima dan tertib lalu lintas.

"Prioritas di Kelurahan Tanjung Duren Utara itu adalah tertib kaki lima dan tertib lalu lintas, tertib kaki lima sehubungan dengan perubahan makro di wilayah ini dari wilayah pemukiman menjadi wilayah bisnis," kata Iskandar kepada infonitas.com di Tanjung Duren, Grogol Pertamburan, Jakarta Barat, Senin (20/3/2017).

"Ada beberapa lokasi yang mestinya merupakan daerah pemukiman. Itu kelihatan dari zonasi wilayah dengan warna kuning. Sepanjang Jalan Tanjung Duren Raya banyak yang warnanya kuning, hanya beberapa titik yang warnanya orange yang menggambarkan mereka boleh buka usaha di situ," kata dia.

"Dari tempat pemukiman ke kosan saja sudah menyalahi aturan dari tempat kos kan banyak orang yang cari makan butuh parkir di situ. Semakin ramai dan tambah permasalahan baru kami benahi," lanjut Iskandar.

Menurut Iskandar, permasalahan itu tentunya harus ditindak secara terukur dengan cara memberikan edukasi kepada warga terkait dengan peralihan fungsi izin usaha. Mantan Lurah Kamal Muara, Jakarta Utara ini juga memilih jalur diskresi terhadap pemilik tempat usaha yang sudah terlanjur merubah pemukiman menjadi tempat usaha dengan memperbaiki izin tinggal menjadi izin usaha.

Baca juga ini : Cagub Ini Curiga KPU Bakal Tambah TPS

"Sehubungan dengan kaki lima yang bertempat di atas trotoar kita relokasi pada tempat-tempat yang semestinya pada kondisi mereka susah di atur ya itu yang sering terjadi. Ya kita lakukan pembongkaran-pembongkaran. Kemudian parkir liar dengan adanya usaha konsumen jadi berhenti makan, entah beli sesuatu efeknya kemacetan sehingga kedepan kita lakukan penertiban-penertiban terhadap parkir liar," pungkasnya.