Kamis, 04 Oktober 2018 17:43:00
Editor : Fauzi | Reporter : Adi Wijaya
Awalnya Ragu, Warga Akhirnya Pasangi Anjing Peliharaan Microchip
Warga membawa anjingnya untuk mendapatkan vaksin rabies dan pemasangan microchip.
Foto : istimewa
 

KEMBANGAN – Pemasangan microchip nampaknya masih tabu bagi para pemilik kucing dan anjing peliharaan. Khawatir terjadi dampak pasca pemasangan. Sebab, alat microchip ditanam pada daging hewan.

Kekhawatiran itu pun dirasakan warga Kembangan Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, Diana (32). Pemilik anjing ras maltese tersebut menghujani pertanyaan kepada petugas, sebelum microchip dipasang. 

"Tadi sempat nanya-nanya dulu kegunaannya untuk apa. Dan berdampak ngga setelah pemasangan microchip," kata Diana, saat ditemui di RPTRA Meruya Selatan, Komplek Unilever RW 09, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (4/10).

Dijelaskannya, pemasangan microchip pada hewan peliharaan diibaratkannya sebagai Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi manusia. Bahkan lebih canggihnya, terdapat alat yang ditanam pada tubuh hewan, yang berguna melacak keberadaannya.

"Supaya dia punya ID-lah ya, sekarang hewan punya KTP. Jadi kalau nanti ada kenapa-kenapa, kalau dia hilang, enggak tahu yang dapat siapa, kan hewan mirip-mirip ya, jadi enggak ketahuan," jelasnya.

Tak hanya itu, dia pun meminta petugas agar anjing peliharaannya itu disuntik rabies. Sebab sejak enam bulan mengadopsi, anjing peliharaannya belum pernah diberikan vaksin rabies. "Ya belum divaksin rabies juga. Biar ngga menularkan virus rabies ke manusia," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat menyediakan 100 microchip bagi kucing dan anjing peliharaan sepanjang 2018. Pemasangan diikuti pemberian vaksin rabies ini tanpa biaya alias gratis.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda