Puri > Laporan Utama

Anggota FKDM di Jakbar Wajib Kirim Laporan Setiap Hari

Kamis, 14 Desember 2017 20:26 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : M Nashrudin Albaany

FKDM JAKBAR
Anggota FKDM Jakbar
Foto : M Nashrudin Albaany

Share this








Anggota FKDM yang tidak mengirim laporan setiap hari terancam kena sanksi. Laporan anggota FKDM pun akan dicek kebenarannya.

KEMBANGAN – Mulai tahun 2018, anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) di Jakarta Barat wajib mengirimkan satu laporan setiap hari. Aturan tersebut berlaku untuk seluruh anggota FKDM, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga kota.

Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Barat, Dirhamul Nugraha menjelaskan, laporan yang dimaksud adalah informasi yang terjadi di masyarakat. Jika ada angota FKDM yang tidak mengirim laporan, akan dikenakan sanksi.

Tak hanya itu, lanjut Dirhamul, pihaknya juga akan mengevaluasi laporan anggota FKDM yang masuk. Laporan yang tidak sesuai fakta atau terkesan mengada-ada juga akan dikenakan sanksi.

"Laporan yang dibuat anggota FKDM sebagai alat ukur kinerja dan masukan bagi dewan pembina, yakni lurah, camat dan wali kota dalam mengantisipasi berbagai hal yang berpotensi memiliki ancaman baik yang ditimbulkan faktor alam maupun manusia," kata dia, Kamis (14/12/2017).

FKDM merupakan komponen masyarakat yang tugasnya menyampaikan informasi yang terjadi di lingkungannya ke pimpinan wilayah, seperti lurah, camat dan wali kota. Tugas mereka bukan untuk menangani permasalahan yang terjadi di masyarakat.  

"Fungsi FKDM itu hanya kewaspadaan, menyampaikan informasi kepada pimpinan wilayah agar cepat direspon dan dilakukan penanggulangan. Jadi fungsinya hanya melaporkan, bukan menangani," tegasnya

Menurut dia, pembentukan FKDM dalam rangka pemberdayaan untuk meningkatkan kepekaan dan kewaspadaan masyarakat dengan cara mengidentifikasikan berbagai hal menonjol yang diperkirakan akan mengganggu ketentraman dan ketertiban masyarakat. 

"Di Jakarta Barat, anggota FKDM terdiri atas 7 orang di tiap kelurahan, 10 orang di kecamatan dan 20 orang tingkat kota. Totalnya ada 492 orang," pungkasnya.