Puri > Komunitas

Small Is Sexy, Cinta Miniatur Bus

Kamis, 13 Oktober 2016 13:27 WIB
Editor : Admin | Reporter : Farid Hidayat

Small Is Sexy (SIS).
Foto : istimewa

Share this





Komunitas ini didirikan oleh mereka yang pernah bergabung dalam Komunitas Bus Mania.

INFO KOMUNITAS - Berangkat dari kecintaan akan miniatur bus, komunitas ini didirikan kali pertama pada tahun 2003 di Yogyakarta. Seiring dengan perjalanan waktu, Small Is Sexy (SIS) demikian nama komunitas ini, berkembang di berbagai kota, termasuk Jakarta Barat yang berpusat di kawasan Joglo.

“Awalnya dari Komunitas Bus Mania yang ingin selalu bisa melihat bus kecintaannya setiap hari dan dipajang di rumah. Jadilah komunitas ini didirikan. Miniaturnya sesuai dan mirip dengan PO bus yang ada, mulai dari Pahala Kencana, Ramayana, hingga Lorena. Termasuk desain dan detailnya, termasuk kelas ekonomi hingga eksekutif. Ukurannya juga beragam, ada yang 1:14, 1:20 dan 1:45,” terang pegiat dan member SIS Yohanes Chriswijayanto Budisusilo.

Sebagai komunitas, member SIS juga memiliki jadwal kongkow bareng sebulan sekali yang dilakukan oleh masing-masing koordinator wilayah. Tempatnya biasanya di seputaran terminal. Menariknya lagi, dalam setiap kesempatan kongkow bareng, mereka juga kerap menyampaikan pesan dan kampanye kepada masyarakat untuk menggunakan moda transportasi massal, bus misalnya.

“Biasanya kalau sharing kita membahas mengenai perkambangan bus saat ini. jumlah anggota kami saat ini 100 – 150 orang, tandasnya.

Ditambahkan olehnya, berbeda dengan komunitas lainnya, SIS tidak memiliki struktur Anggaran Dasar (AD) / Anggaran Rumah Tangga (ART). Hanya ada koordinator untuk masing-masing wilayah. Sedangkan untuk pengambilan keputasan, ide, hingga permasalahan yang ada di komunitas ini diselesaikan dengan cara musyawarah atau proses pengambilan suara terbanyak. “Tidak ada ketua dalam komunitas ini. Semua anggota atau member disamakan tingkatnya. Untuk itu kita memiliki tagline ‘No Leader, Just Together’,” tutupnya.