Puri > Komunitas

Mom’s Journey, Wadah Berbagi Cerita Membimbing Anak

Rabu, 02 Mei 2018 18:00 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Waritsa Asri

Komunitas Mom's Journey
Komunitas Mom's Journey.
Foto : Reggy Prawoso

Share this








Komunitas Mom’s Journey menjadi wadah berbagi dan mendukung para ibu dalam membesarkan anaknya yang berusia remaja.

PURI – Menjadi seorang ibu dituntut untuk selalu bisa sempurna dalam berbagai hal tak terkecuali saat membesarkan buah hati. Akan tetapi, tidak jarang ada masa seorang ibu merasa sendiri dalam mengatasi berbagai hal termasuk dalam mendidik anak yang berusia remaja di mana mereka rentan untuk menentang sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya.

Hal ini menjadi landasan berdirinya komunitas Mom’s Journey di Jakarta Barat. Salah seorang anggota komunitas, Natalia Silvia tau akrab dipanggil Vivi (45), mengungkapkan bahwa komunitas Mom’s Journey mampu untuk mendukung para ibu dalam membesarkan anaknya yang berusia remaja.

“Komunitas ini merupakan komunitas kumpul-kumpul para ibu agar mereka tidak merasa sendirian dalam membimbing anak. Supaya ya tidak seperti saya yang sempat mengalami anak kabur dari rumah. Kan pusing kalau sudah kabur, terus akhirnya hanya bisa menyalahkan diri sendiri. Jadi, komunitas ini hadir untuk membantu ibu-ibu yang memiliki anak remaja,” ungkap wanita yang kini memiliki profesi sebagai penulis dan trainer ini kepada Info Puri.

Genap setahun berdiri sejak 2017 lalu, menjadikan para anggota komunitas semakin yakin untuk membantu para ibu. Di samping itu, Dahlia Surapati Sasiang (52) yang juga anggota komunitas menerangkan kegiatan anggota komunitas yang berjumlah kurang lebih 15 orang dengan latar berbeda-beda ini tidak sekedar hanya berkumpul semata.

“Setiap bulan kami pasti berkumpul untuk tidak hanya sekedar sharing semata tapi juga membuat acara talkshow seperti membaca colour personality, kemudian juga ada kegiatan masak bersama dengan chef sampai pelatihan hidroponik. Jadi kami tetap positif bahwa setiap berkumpul harus menemukan ilmu yang baru, dan kami juga sedang mencoba untuk membuat buku yang berdasar pada cerita masing-masing anggota,” terangnya.

Walaupun begitu, komunitas Mom’s Journey tetap berfokus tentang mengerti keadaan seorang ibu dalam menghadapi anak berusia remaja. Karena, menurut Vivi, tidak ada yang namanya sekolah bagi orang tua dan kembali lagi untuk belajar dari pengalaman diri sendiri atau juga orang lain. Saat bercerita para anggota komunitas tak jarang terbawa dengan emosi.

”Kami kadang kalau lagi cerita kesulitan-kesulitan bisa sambil menangis. Kami sebenarnya kayak ibu-ibu arisan ngumpul tapi lebih diarahkan untuk mengerti anak remaja tentang bagaiamana menanamkan nilai kepada anak, mempersiapkan sayap kepada anak, memberikan kesempatan untuk anak mengambil keputusan, cara berkomunitas yang tepat, memberikan visi kepada anak hingga mendampingi anak saat mulai berpacaran semua kami ingin dapatkan lewat komunitas ini,” tuturnya.

Untuk itu, baik Vivi maupun Dahlia dan anggota komunitas lainnya pun berharap agar Mom’s Journey dapat melebarkan sayapnya. “Kami ingin supaya nanti bisa menjadi sahabat para ibu bukan hanya sekedar konsultan juga tidak hanya di daerah Puri, tapi juga target di luar Jakarta, bahkan kalau bisa seluruh Indonesia. Jadi, kami ingin memberikan dampak yang besar dengan harapan tidak melakukan kesalahan yang pernah kami lakukan sebelumnya,” tutup Vivi.