Puri > Komunitas

Mengenal Lebih Dekat dengan Abang None Jakarta Barat

Rabu, 31 Januari 2018 14:36 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : M Nashrudin Albaany

Abang None Jakarta Barat (Ist)
Abang None Jakarta Barat (Ist)
Foto : istimewa

Share this








Abang None Jakarta Barat kerap dijadikan simbol untuk duta pariwisata dan kebudayaan Kota Jakarta barat

PURI - Muda, cerdas dan berpenampilan menarik. Mungkin itu adalah gambaran singkat yang kita lihat dalam diri Abang dan None Jakarta Barat. Abang None Jakarta Barat atau yang disingkat Akbar, merupakan panggilan untuk pemuda dan pemudi Betawi yang kemudian digunakan sebagai simbol untuk duta pariwisata dan kebudayaan Kota Jakarta Barat.

Untuk bisa terpilih menjadi anggota Abang None, dibutuhkan proses yang panjang melalui tahap seleksi ketat hingga masuk dalam karantina selama kurang lebih satu bulan lamanya. Ditahap ini, mereka dibekali dengan materi-materi tentang pengembangan karakter, disiplin terhadap waktu, kepemimpinan, public speaking, serta mempelajari kebudayaan Jakarta khususnya Betawi. 

"Tahun lalu, dari hasil seleksi terpilih 15 pasang Abang dan None Jakarta Barat. Setelah terpilih dan dikarantina, ke-15 pasang Abang None ini kemudian akan dinilai oleh juri pada malam grand final. Pemenangnya lalu ada 6 pasang yang terdiri dari juara favorit, juara harapan II, juara harapan I, wakil II, wakil I dan Juara pertama. Selanjutnya, tiga pasang Abang None, mulai dari juara pertama, wakil I dan wakil II akan diikutsertakan dalam lomba ke tingkat provinsi dan diadu dari tiga pasang dari wilayah lain se-DKI Jakarta," kata Hede Joody, salah satu anggota Akbar angkatan 2017.

Meskipun pada akhirnya hanya ada satu pasangan yang memenangkan kontes ini, namun pada dasarnya semua finalis Abang None Jakarta Barat tetap menjalankan masa tugas selama satu tahun tanpa perbedaan. Selama masa tugas ini, mereka diberdayakan sebagai duta wisata dan budaya Betawi. Selain itu, finalis Abang None juga mendapat tugas-tugas keprotokolan, seremonial, kegiatan sosial, promosi di dalam dan luar negeri, penyaluran bakat melalui kegiatan atraksi pariwisata, seni, dan budaya, serta sebagai Public Relation bagi Kota Jakarta Barat.

"Tanggung jawab kami adalah untuk mempromosikan pariwisata dan kebudayaan di Jakarta Barat. Contohnya seperti tahun lalu kami adakan kegiatan go-west yang diselenggarakan di areal Car Free Day Kota Tua. Disana kita promosikan destinasi wisata unggulan yang ada di Kota Tua, seperti museum tekstil, museum seni rupa dan lainnya," bener Joody.

Berbicara tentang prestasi, Abang None Jakarta Barat pun tak bisa disepelekan. Pasalnya, di penyelenggaraan Abang None tingkat Provinsi pada 2017 lalu, Jakarta Barat menempatkan perwakilan dua None. Bahkan, sebelumnya pada medio 2015, Jakarta Barat juga pernah menjadi juara umum dengan menempatkan Abang sebagai perwakilan provinsi.

"Kami berharap, di tahun ini para peserta Abang None Jakarta Barat punya kemampuan yang lebih mumpuni dari pada tahun-tahun sebelumnya. Dan tentunya bisa menciptakan program-program unggulan untuk meningkat pariwisata di Jakarta Barat," tuntasnya.