Selasa, 27 Februari 2018 14:12:00
Editor : Waritsa Asri | Reporter : M Nashrudin Albaany
Komunitas China Town Art Culture, Lestarikan Budaya Tionghoa
Anggota Komunitas China Town Art Culture
Foto : Reggy Prawoso
 

PURI - Akulturasi antara kebudayaan Betawi dan Tionghoa di Jakarta sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Pengaruh budaya Tionghoa dengan warga asli Jakarta pun tidak bisa dipisahkan, mulai dari makanan, bahasa dan lain sebagainya, ada di kawasan Chinatown, Glodok, Jakarta Barat.

Berangkat dari hal tersebut, sebuah komunitas sosial kemasyarakatan China Town Art Culture, hadir sebagai perkumpulan warga yang peduli akan nilai seni dan budaya di kawasan Pecinan Glodok tanpa mengenal etnis tertentu dan perbedaan agama maupun keturunan. Komunitas yang ada sejak 2016 lalu ini menjadi sebuah wadah pemersatu keragaman budaya di kawasan Chinatown, Glodok, Jakarta Barat.

"Chinatown Art and Culture adalah sebuah komunitas yang peduli dengan kebudayaan yang ada di wilayah Glodok. Kami ingin mengangkat ikon budaya yang ada di kawasan Chinatown yang selama ini terlupakan dan memperkenalkannya kepada masyarakat," ujar Heru Prayitno selaku sekertaris organisasi kepada Info Puri beberapa waktu yang lalu.

Menurut dia, budaya Tionghoa seperti Gotong Toapekong (Kirab Budaya), Cap Go Meh, Barongsay, Koko Cici dan Pasar Malam merupakan ciri khas Jakarta Barat. Budaya ini setiap tahun digelar di Glodok dan kebanggaan warga Jakarta Barat yang perlu dilestarikan. "Ini juga menjadi suatu khasanah budaya yang ada pada kami," imbuhnya.

Hingga kini, anggota yang tergabung di komunitas ini adalah seluruh masyarakat yang ada di kawasan Glodok dan orang-orang yang peduli akan nilai budaya di kawasan Chinatown ini. Sedangkan untuk anggota yang terdaftar di struktur organisasi ada 20 orang. 

Tak hanya itu, komunitas ini juga secara rutin menggelar berbagai kegiatan yang bersifat aksi sosial dan pendekatan ke masyarakat. Contohnya seperti bakti sosial kepada masyarakat yang terkena musibah untuk meringankan beban mereka. "Kalau untuk kegiatan tahunan kita ada perayaan kirab budaya Cap Go Meh yang rencana akan digelar pada 3 Maret mendatang," tutur Heru.

Berbagai kegiatan yang ada di  komunitas ini tidak hanya dikembangkan, tapi kegiatan ini sebagai seni budaya yang lain. Sehingga bisa menjadi perkembangan ekonomi kreatif bagi masyarakat dalam menunjang program pemerintah menuju Ikon dunia pariwisata Indonesia.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda