Rabu, 02 Mei 2018 10:19:00
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Rachli Anugrah Rizky
Batak Nauli Najeges Ingin Melestarikan Budaya Batak
Komunitas Batak Nauli Najeges.
Foto : Azhari Setiawan
 

PURI - Salah satu alasan terbentuknya suatu komunitas bukan hanya ajang kumpul semata. Namun ada juga tujuan tersendiri yang diinginkan, seperti melestarikan adat dan budaya. Itu seperti komunitas Batak Nauli Najeges (BNN).

Komunitas yang memiliki arti 'cantik dan baik hatinya' (nauli najeges) ini merupakan wadah perkumpulan para boru (anak perempuan) Batak diperantauan. Bersama komunitas ini, para anggotanya masih bisa merasakan rasa kekeluargaan orang Batak.

"Jadi ini perkumpulan boru-boru Batak yang merantau dan rindu dengan suasana berkumpul. Mereka merantau bukan hanya di Indonesia, tapi juga ada yang ke luar negeri," ujat Ketua BNN Siti Mariani Ritonga. BNN tak sekadar ajang kumpul, namun juga menjaga sekaligus melestarikan budaya tanah kelahiran mereka. Pasalnya, dikhawatirkan mereka yang diperantauan lupa akan asalnya.

Boru yang akrab disapa Itty Ritonga ini menjelaskan anggota BNN berasal dari berbagai wilayah di Sumatera Utara, antaranya seperti dari Batak Toba, Batak Karo, Batak Mandailing, Batak Tapanuli Utara, hingga Batak Tapanuli Selatan. Anggota BNN juga tidak hanya asli Batak, namun juga ada yang keturunan Batak. Saat ini komunitas BNN ini beranggotakan 38 orang.

Soal kegiatan, komunitas yang dibentuk tahun 2016 ini biasanya mengadakan arisan, bakti sosial, hingga santunan. Pada Agustus-Sepetember mendatang, BNN juga mengadakan kegiatan bersama yakni 'masihol mulak tu huta' yang berarti rindu pulang ke kampung.

"Kita berharap komunitas ini sebagai wadah yang bisa mengangkat dan melestarikan budaya Batak agar tidak hilang. Nantinya kegiatan itu juga turut mempromosikan budaya Batak atau Sumatera Utara," harap Itty.

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda