Puri > Kesehatan

Masih Gunakan Bedak pada Pantat Bayi? Ini Bahayanya

Kamis, 14 September 2017 15:10 WIB
Editor : Waritsa Asri | Sumber : Dbs

bayi
Ilustrasi
Foto : istimewa

Share this








Dokter Spesialis Anak asal Perancis Jerome Valleteau de Moulliac mengungkapkan bahaya menggunakan bedak pada pantat bayi yaitu infeksi jamur

PURI – Para ibu kerap kali menggunakan bedak sebagai salah satu perlengkapan setelah mandi bagi bayi. Tidak hanya digunakan pada wajah dan tubuh bayi, bedak juga sering digunakan pada area pantat dan kelamin.

Padahal penggunaan bedak talk atau bedak tabur sangat berbahaya untuk bayi. Di Eropa dan Amerika, penggunaan bedak pada bayi telah dilarang, terutama bila digunakan pada pantat dan area kelamin bayi.

Akan tetapi, di Indonesia, merupakan hal yang lumrah untuk menaburkan bedak pada pantat bayi, baik setelah mandi maupun setelah buang air.Para ibu beranggapan bahwa bedak dapat mencegah terjadinya ruam popok dan membuat kulit bayi menjadi lebih lembut.

“Itu adalah anggapan yang keliru. Bedak yang ditaburkan pada pantat dan area kelamin bayi dapat terakumulasi, terutama pada area lipatan. Saat sudah terakumulasi maka sangat rentan untuk terjadi infeksi dan tumbuhnya jamur,” terang Dokter Spesialis Anak asal Perancis Jerome Valleteau de Moulliac.

Untuk mengantisipasi ruam popok pada bayi, Anda baiknya mengoleskan krim khusus ruam. Biasakan untuk segera Biasakanlah untuk segera membersihkan pantat dan kelamin bayi setelah bayi buang air, basuh dengan air bersih, keringkan dengan handuk lembut, oleskan krim ruam, baru gunakan popok.

Bukan hanya dapat menyebabkan infeksi dan jamur, penggunaan bedak juga dapat mengganggu saluran pernapasan bayi. Risiko tersebut semakin besar bila bedak digunakan di area wajah bayi. Partikel bedak yang sangat halus akan masuk ke saluran pernapasan bayi. Bila digunakan dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan gangguan pernapasan yang serius.