Puri > Kesehatan

Hindari Mainan ‘Warisan’ Kepada Anak

Rabu, 31 Januari 2018 13:38 WIB
Editor : Waritsa Asri | Sumber : Dbs

Ilustrasi Anak Bermain
Ilustrasi Anak Bermain
Foto : istimewa

Share this








Ilmuwan dari University of Plymouth mengungkapkan ada baiknya menghindari mainan ‘warisan’ kepada anak terutama plastik

PURI – Anak-anak sudah dipastikan akan sangat bahagia bila diberikan sebuah mainan. Akan tetapi, kadang anak diberi ‘warisan’ mainan bekas si kakak atau saudara yang lebih tua. Saat memberi anak mainan bekas terutama plastik ada baiknya tidak dilakukan.

Hal ini dikarenakan, mainan plastik yang sudah lama bisa mengandung bahan kimia beracun yang membahayakan kesehatan anak. Ilmuwan dari University of Plymouth mengumpulkan 200 mainan plastik seperti kereta, balok, dan figur dari rumah, daycare, dan badan amal. Hasilnya, mereka menemukan bahan kimia berbahaya berkonsentrasi tinggi berada pada level yang lebih rendah ketika waktu pemakaian mainan ini lebih lama. 

"Pemakaian mainan bisa termasuk ketika anak mengisap, menggigit, intinya memasukkan mainan ke mulutnya. Nah, elemen yang kami temukan dalam mainan plastik itu termasuk antimony, barium, bromine, cadmium, chromium, timbal, dan selenium. Makin lama mainan plastik dipakai makin besar kemungkinan bahan kimia yang dipakai untuk zat warna terekspos," ucap pemimpin studi Dr Andrew Turner dikutip dari Essential Kids.

Menurut Andrew, memang belum bisa ditentukan butuh berapa lama bagi mainan untuk bisa mrilis bahan kimia itu. Tapi, semakin lama mainan itu digunakan maka semakin besar kemungkinan terilisnya bahan kimia tersebut. Apalagi untuk mainan berwarna kuning, hitam, dan merah lebih besar kemungkinannya menggunakan pewarna yang mengandung timbal atau cadmium.

Andrew juga mengingatkan orang tua untuk selalu mengecek kondisi mainan anak. Termasuk juga ketika mainan plastik bercat dan catnya udah mengelupas.  "Kalau mau membersihkan mainan plastik anak boleh saja. Yang terpenting hindari anak memasukkan mainan-mainan tersebut ke mulutnya," tutupnya.