Rabu, 31 Januari 2018 09:36:00
Editor : Waritsa Asri | Reporter : Ronald P. Gerson
Langsing dengan Diet yang Sehat
Ilustrasi
Foto : istimewa
 

PURI - Memiliki tubuh langsing, menjadi dambaan bagi setiap wanita. Berbagai cara bisa dilakukan agar bisa langsing, salah satunya yaitu dengan diet. Namun, tak jarang memang yang salah dalam mengartikan diet itu sendiri. Akibatnya, diet yang dilakukan terkesan sedikit menyiksa bagi yang melakukannya. Jika begitu, bagaimana sebenarnya diet yang baik dan juga sehat. Diet yang baik adalah diet yang tidak menyiksa, sebab segala sesuatu yang dilakukan dengan paksaan akan mengalami kegagalan. “kalau dilakukan dengan keterpaksaan, otomatis 99 persen akan mengalami kegagalan,” ujar dr. Fitra Diane, Konsultan Medis Impressions Clinic.

Diet yang benar sendiri, harus memperhatikan keseimbangan dari kebutuhan zat gizi seperti karbohidrat, protein, vitamin, mineral dan lainnya. Jika seseorang mengkonsumsi makanan melebihi kalori yang dibutuhkan tubuh, maka otomatis orang tersebut akan mengalami kegemukan. Sebaliknya, jika kurang maka tubuh akan menjadi kurus. “karbohidrat tetap kita perlukan, tetapi jenis dan jumlahnya juga harus diperhatikan,” jelasnya.

Jenis makanan yang mengandung karbihidrat simpel atau langsung diserap oleh tubuh, contohnya nasi putih, roti dan terigu harus dikurangi. Sebagai penggantinya anda dapat mengkonsumsi beras merah, roti gandum dan kentang, karena karbohidrat tersebut adalah karbihidrat yang kompleks atau dalam mencernanya tubuh butuh energi. Selain karbohidrat, protein juga dibutuhkan oleh tubuh yang biasanya berbanding 2:1 dengan karbohidrat dimana proteinnya harus lebih tinggi. “untuk mencerna, protein membutuhkan energi yang lebih besar, sehingga perbandingannya dua banding satu,” jelasnya.

Dr. Fitra menganjurkan, untuk makan disaat tidak lapar untuk menjaga kondisi tubuh. “makanlah sesering mungkin dan pada jam yang sama. Jika makan disaat tidak lapar, maka kalori secukupnya saja yang akan diserap,” ujarnya. Tetapi, jika makan pada saat lapar, porsinya akan lebih banyak dan tubuh akan memberikan sinyal ke otak kalau tubuh sekali energi. Dengan begitu, otomatis apapun yang dikonsumsi akan menjadi kalori. Sementara anjuran untuk makan pada jam yang sama, agar terbentuk jam biologis sehingga tubuh tahu kapan harus merespon.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda