Senin, 02 Juli 2018 10:45:00
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Ichwan Hasanudin
Diet Nordic, Tetap Langsing dan Bisa Makan Enak
Ilustrasi diet nordic.
Foto : istimewa
 

PURI - Untuk mendapatkan tubuh langsing bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan melakukan diet. Saat ini banyak sekali jenis diet seperti diet keto, diet paleo, atau diet cinderella. Nah, ada satu lagi diet yang juga diklaim baik buat kesehatan. Namanya Diet Nordic.

Nama diet ini diambil dari negara-negara Nordic yakni Norwegia, Denmark, Swedia, Finlandia, dan Islandia. Pola makan masyarakat inilah yang diterjemahkan menjadi sebuah diet. Pasalnya, pola makan masyarakat negara Nordic benyak mengonsumsi makanan yang rendah lemak, baik bagi kesehatan dan bisa mengontrol berat badan.

Diet ini mengonsumsi makanan yang rendah gula, rendah lemak, kaya serat dan didominasi dengan konsumsi ikan dan makanan laut. Beberaoa makanan yang termasuk dalam diet nordic seperti buah-buahan, beri-berian, sayuran, kentang, gandum utuh, kacang-kacangan, biji-bijian, roti bahan rye, ikan, makanan laut, susu rendah lemak, tanaman herbal, rempah-rempah dan minyak canola. Kemudian makanan lain yang boleh dikonsumsi meliputi daging, keju, telur yang tidak dari peternakan dan yogurt.

Namun dalam diet ini ada makanan yang seharusnya dibatasi dan tidak boleh dimakan sama sekali. Makanan yang harus dibatasi konsumsinya seperti aging merah lainnya dan lemak hewani. Diet ini juga mengindari konsumsi minuman dengan pemanis buatan, gula tambahan, daging olahan, pengawet makanan, dan makanan cepat saji.

Lauri Wright, pakar diet dari Academy of Nutrition and Dietetics, Amerika Serikat, mengatakan diet nordik bermanfaat untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular hingga diabetes tipe 2. "Diet nordic menggunakan banyak sayuran dan sedikit daging. Makanan utamanya adalah ikan lokal seperti ikan kod, haddock dan halibut yang dikonsumsi saat masih segar," ungkap Lauri, dikutip dari CNN.

Jika diperhatikan, pada menu ikan di Diet Nordik mirip diet Mediterania. Namun Layne Lieberman, penulis buku "Beyond the Mediterranean Diet: European Secrets of the Super-Healthy", perbedaan diet Mediterania dan diet Nordik terletak pada minyak yang digunakan. Pada diet Mediterania, minyak yang digunakan merupakan minyak zaitun. Sementara pada diet nordic, minyak kanola yang lazim digunakan untuk memasak.

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda