Pluit kapuk > Usaha

Transaksi Non Tunai Hanya Tersentuh Kalangan Menengah Ke Atas

Rabu, 04 Oktober 2017 15:06 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Farid Hidayat

Ilustrasi transaksi non tunai
Ilustrasi transaksi non tunai
Foto : istimewa

Share this








Era digital saat ini, membuat pemerintah menggalakkan pembayaran non tunai, tetapi program ini hanya tersentuh oleh kalangan menengah ke atas.

PENJARINGAN - Gerakan Nasional Non-Tunai dicanangkan oleh Bank Indonesia untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam menggunakan instrumen pembayaran non tunai. Tetapi gerakan yang diluncurkan oleh Gubernur Bank Indonesia Agus C. W Martowardojo pada tanggal 14 Agustus 2014 masih menjadi pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Seperti kata Alpha Owner Mie Karet Mabes cabang Pluit Karang Utara, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara ini mengungkapkan, penggunaan non tunai saat ini, masih kerap digunakan oleh masyarakat menengah ke atas. Sedangkan, kalangan menengah ke bawah masih belum banyak yang menggunakan non tunai.

"Hal ini masih banyak pro kontra di kalangan masyarakat. Kalangan kelas menengah bawah masih menggunakan tunai untuk berbelanja seperti di pasar atau di warung kecil," ujarnya Rabu (4/10/2017).

Tak hanya itu, saat ini pun pemerintah sedang menggalakan sistem pembayaran non tunai di setiap tol. Hal itu pun masih menjadi permasalahan di masyarakat. "Intinya sebenarnya masyarakat belum terbiasa, masyarakat masih menggunakan uang bentuk fisik sebagai transaksi," tuturnya.

Di Indonesia menurutnya masih belum siap sistemnya. Seperti contoh yang dijelaskan Alpha dalam pengalamannya di Singapura "Disana tidak terlalu banyak kartu dalam bertransaksi hanya menggunakan satu kartu saya untuk setiap pembayaran jadi mau bank apapun hanya pakai satu kartu. Berbeda dengan disini setiap bank memiliki kartu sendiri," jelasnya.

Sebagai contoh seperti kemarin di media sosial sedang viral ada warga yang menolak membayar tol dengan menggunakan e-toll.