Rabu, 15 Agustus 2018 10:34:00
Editor : Wahyu AH | Reporter : R Maulana Yusuf
Jarang Investor, Biaya Promosi Broker Properti Membengkak
Ray White PIK.
Foto : Malik Maulana
 

PENJARINGAN - Pasar properti di Indonesia hingga saat ini belum menunjukkan peningkatan yang signifikan sejak melesu pada 2014. Saat ini, konsumen properti sudah lebih didominasi oleh end user atau mereka yang ingin menghuni sendiri propertinya (end user) ketimbang investor.

Dampaknya, kata Principal Ray White Pantai Indah Kapuk (PIK) Surya Wijaya, berpengaruh terhadap income para broker properti. Lalu, biaya promosinya dan tenaga yang dikeluarkan juga jauh lebih besar.

"Kalau investor, kita berdasarkan data base cukup broadcast orang cari, kalau end user cari pelanggan yang baru setiap hari, jadi promosinya jauh lebih besar tenaga dan biaya promosinya, kalau investor cukup kita sms atau wa. Promosinya murah. Kalau sekarang iklan baik internet, media cetak, sebar brosur dan lainnya," pungkasnya.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda