Selasa, 05 Juni 2018 14:05:00
Editor : Muhamad Ibrahim | Sumber : Kompas.com
Ilustrasi (Ist)
Ilustrasi (Ist)
Foto : istimewa
 

PLUIT KAPUK - Selain sebagai tempat tinggal, rumah dapat dijadikan investasi menguntungkan di masa depan. Terlebih, bagi mereka yang berstatus ‘single’. Namun, memiliki sebuah hunian bukan perkara mudah. Selain harga relatif mahal, besarnya cicilan turut menjadi dasar pertimbangan.

Namun jika niatan anda sudah ada, berikut momen yang paling pas untuk membeli sebuah hunian :

1. Saat Status Sudah Menjadi Pegawai Tetap

Status pekerjaan yang dimiliki seseorang menjadi poin penting pertimbangan saat hendak beli rumah. Proses pembayaran Down Payment (DP) dan biaya cicilan tentu lebih mudah jika kita sudah berstatus sebagai pegawai tetap.

Selain itu, pegawai tetap juga berhak menerima gaji dengan jumlah yang sama setiap bulan sehingga bisa bayar total cicilan dengan lancar. Berbeda dengan pegawai honorer yang masih berstatus sebagai ‘pegawai kontrak’. Dimana, saat kehilangan pekerjaan maka pembayaran cicilan akan terhambat karena tidak ada pengasilan tetap untuk cover jumlah cicilan yang harus dibayar.

2.Saat Tabungan Cukup Membayar DP

Sistem kredit merupakan metode mendapatkan rumah idaman yang paling banyak diminati konsumen. Meskipun statusnya kredit, maka diharuskan untuk membayar DP setidaknya 20 persen dari harga rumah tersebut.

Artinya, anda harus memiliki tabungan yang cukup sebelum mengajukan permohonan kredit. Apabila jumlah tabungan belum mencukupi, perlu bersabar dan lebih giat menabung sebelum rumah idaman benar-benar jatuh ke tangan kita.

3. Saat Ada Pelelangan

Tidak perlu kaget ketika melihat orang berbondong-bondong untuk mengikuti pelelangan karena hal ini merupakan cara yang paling efektif untuk mendapatkan rumah idaman. Kenapa? Sebab harga rumah yang masuk pelelangan jauh lebih murah dibandingkan harga rumah yang tidak dilelang.

Selisih harganya bisa mencapai belasan, bahkan puluhan juta rupiah. Tidak hanya itu, rumah yang dilelang juga biasanya sangat bagus, baik dari segi model, desain interior, maupun eksteriornya.

      4. Saat Suku Bunga Pinjaman Rendah

     Besarnya suku bunga pinjaman sangat fluktuatif dan tidak dapat diprediksi dengan pasti. Hal ini dikarenakan suku bunga bergantung pada kondisi ekonomi di suatu negara. Apabila kondisi ekonomi sedang anjlok, suku bunga pasar pun  lebih tinggi dari biasanya.

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda