M Yulita Ilham, Bisnisnya Sesuai Passion
Pluit kapuk > Profil

M Yulita Ilham, Bisnisnya Sesuai Passion

Kamis, 15 Desember 2016 13:34 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Farid Hidayat

M Yulita Ilham
M Yulita Ilham

Share this





“Keuntungan dari belajar sistem montessori karena ini betul-betul melatih logika”

Info Eksekutif - Dalam bisnis selalu memikirkan profit. Tetapi, bagi M Yulita Ilham tidak melulu soal profit. Baginya, bagaimana bisnis itu bermanfaat bagi kehidupan manusia lainnya. Bisnis bidang pendidikan pun dipilih. Hal ini sesuai latar belakang pendidikannya, lulusan London Montessori Center.

“Jika ingin memberikan dampak yang besar terhadap kehidupan seseorang yaitu mengajarkan ilmu yang bermanfaat,” terang pemilik Little Einstein, yang juga lulusan University of San Diego ini.

Dia berpengalaman di bidang pendidikan. Pengalaman menjadi guru, kepala sekolah hingga mendirikan sekolah berbasis montessori. Little Einstein yang didirikan merupakan bimbingan belajar berbasis montessori. Tujuannya, agar anak-anak yang bukan dari sekolah montessori bisa mendapatkan keunggulan dari sistem montessori.  

Dia mengaku, passion-nya memang di bidang pendidikan. Dia sangat serius menggarap bisnisnya ini. Bahkan, seluruh materi montessori yang akan diajarkan dibuat dan dirancang sendiri. Itu salah satu wujud kecintaannya terhadap dunia pendidikan.

“Bimbingan belajar seperti ini, yang berbasis montessori, belum ada. Kebanyakan merupakan sekolah. Menurut saya, metode ini sangat berbeda dengan tempat bimbingan belajar lain,” ungkapnya.

Menurutnya, metode montessori memiliki keunggulan. Ada hal-hal tertentu yang tidak didapat dalam pembelajaran sekolah non montessori. Dari situlah Little Einstein berusaha mengisi kekosongan itu. ”Keuntungan dari belajar sistem montessori karena ini betul-betul melatih logika dan mereka bisa melihat secara hands on,” ucapnya.

Harapan ke depan? ”Saya berharap sistem pendidikan montessori ini dapat digunakan untuk seluruh pendidikan di Indonesia, bahkan di kota-kota kecil, keinginannya seperti itu,” pungkasnya. 

Pluit kapuk > Profil

​Alvin Tanujaya, Berinovasi dan Kreatif

Selasa, 13 Desember 2016 14:14 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Farid Hidayat

?Alvin Tanujaya
?Alvin Tanujaya

Share this





“Jangan melulu memikirkan keuntungan tapi kualitasnya tidak dijaga,”

Info Eksekutif - Searang pengusaha harus memiliki prinsip. Mau jualan bagus, harus jualan barang bagus. Itulah prinsip bisnis yang dilakukan Alvin Tanujaya. Sebelum berbisnis,Alvin pernah bekerja sebagai chef di berbagai tempat.Seperti, hotel dan restoran di Australia. Lulusan forensic science di Australia ini menjalani pekerjaan tersebut karena hobi.Gemar memasak.

Suatu saat, dia melihat ada peluang besar untuk bisnis di Jakarta. Bisnis es krim. Itu salah satu alasannya memilih pulang ke Jakarta.Menjadi pengusaha. Lalu, dia membuka Latteria Gelato and Dessert Bar.

Saat itu, hanya ada dua brand besar di bisnis yang sama. Selain itu, pasar es krim ini lebih banyak peminatnya. Mulai dari anak kecil hingga orangtua.Suka dengan es krim. 

“Ketika itu, memang lumayan berat mengambil keputusan itu karena di luar negeri tentunya lebih baik juga, tapi saya melihat, kenapa tidak dicoba buka di Jakarta. Siapa tahu bisa besar juga,” ucapnya.

Alvin bercerita, kendala mengawali bisnisnya tidak sedikit. Salah satunya, mencari tenaga kerja yang benar-benar memiliki passion. Tidak hanya datang kerja, lalu pulang. Pekerja harus ramah kepada pembeli. Juga, sayang pada produknya. Kendala keduan, mencari bahan baku.Saat itu sangat susah mendapatkan kualitas yang sesuai standar. Dua big challenge.

Saat ini, menurut Alvin, bisnisnya mulai stabil.Berkembang. Semakin tumbuh bisnis yang sejenis dengannya.Persaingan bisnis mulai terjadi. Baginya tidak menjadi masalah. Menjadi lebih tertarik dan semangat.Tidak boleh kalah dengan orang lain.Harus berinovasi dan kreatif dalam membuat aneka rasa yang enak dan ‘aneh’.

Harapannya, kedepan bisa menambah cabang Latteria Gelato.Kini, Alvin selalu ingin menjaga kualitas produk dan kualitas layanan.“Jangan melulu memikirkan keuntungan tapi kualitasnya tidak dijaga, saya ingin menjaga kualitas agar konsumen senang, mereka balik lagi,” pungkas pria kelahiran Cianjur, 19 Oktober 1993 ini. 

Pluit kapuk > Profil

Maristen Liando, Principal Qdees Preschool PIK

Jumat, 09 Desember 2016 14:17 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Farid Hidayat

Maristen Liando
Maristen Liando

Share this





Info Karier - Latar belakangnya perbankan dan keuangan. Pernah berkarier di bidang tersebut. Namun, akhirnya dia memutuskan terjun ke dunia pendidikan. Pengalaman mengajarnya diperoleh saat masih kuliah di Singapura. Mengajar di Sunday School. Kini, Maristen Liando menjadi principal di Qdees Preschool.

Sebelumnya, ketika mengambil keputusan untuk mengajar, keluarga tidak yakin dengan keputusan Maristen. Lambat laun, keluarga mendukung keputusannya untuk mengajar.

Dia bertanggung jawab mengatur semuanya. Mengatur anak murid, guru hingga sistem. Dia juga mengajar di kelas. “Saya selalu memberikan pendidikan yang baik, selalu menekankan sikap disiplin dan nilai sopan santun,” pungkas wanita penyuka buku dan traveling ini

Pluit kapuk > Profil

Billy Meuraksa, Terapis Theta Center

Jumat, 09 Desember 2016 14:04 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Farid Hidayat

Billy Meuraksa
Billy Meuraksa

Share this





Info Karier - Melakukan sesuatu yang berguna bagi semua orang.Itulah prinsip seorang Billy Meuraksa.Mulai tertarik dan belajar hipnoterapi pada 2008. Tidak disangka, hipnoterapi ini bisa menjadi sebuah pekerjaan. Kini, dia banyak menangani berbagai masalah. Terutama, maalah percintaan dan penyakit fisik.

Sebelum menjadi terapis di bidang hipnosis, dia pernah menjadi pelayar. Lalu, Menjadi kepala cabang bimbingan belajar.Hingga pada 2011, dia mulai fokus di dunia hipnoterapi. Kemudian, mengambil sertifikasi keilmuan.Seperti, hipnotis dan hipnoterapi, NLP, subtle energy, tarot counselor, ericksonian hypnoterapy and generative, trance hypnotherapy, ngemat dan magnetism.

“Saya pun sudah mengajar dibeberapa kota di Indonesia bahkan sampai ke luar negeri, dan hingga sekarang saya membantu di Theta Center,” terangnya.Kedepan, dia berharap akan terus belajar berbagai ilmu pemberdayaan.Seperti,healing dan bio energy untuk menambah tingakatan kualitas secara profesi.

Pluit kapuk > Profil

Ribka Yana, Berinovasi pada Menu Baru

Senin, 14 November 2016 14:59 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Farid Hidayat

Ribka Yana
Ribka Yana

Share this





“Dalam pikiran saya, mendirikan bisnis harus bisa semuanya,”

Info Eksekutif - Bisnisnya berawal dari hobi. Hobinya memasak, juga wisata kuliner. Dari sana, muncul ide untuk membangun sebuah restoran. Dengan tekad kuat, berdirilah restoran Bumbu Rempah. Itulah cerita singkat Ribka Yana dalam membesut bisnis restonya.

Baginya membangun bisnis restoran itu ada sulit dan tidaknya. Tidak sulitnya karena bisnis yang dibangun dengan rasa hobi lebih menyenangkan. Tentu akan terasa mudah. “Sulitnya, bagaimana kita mempertahankan cita rasa agar konsumen datang lagi, serta mempertahankan konsumen,” ujarnya kepada Info Pluit Kapuk.

Menurutnya, demi kemajuan restoran, tamu harus menjadi perhatian. Pasalnya, tamu adalah raja. Sebisa mungkin dapat memuaskan para tamu. “Kepuasan pelanggan adalah kebahagiaan kami, segala komplain, apapun itu untuk membangun kami. Sampai sekarang, kami selalu memperbaiki segala kekurangan untuk kemajuan restoran,” tuturnya.

Dalam memajukan bisnis, lanjutnya, tidak boleh lepas dari ide. Kita harus terus menciptakan ide-ide masakan baru. Menu baru. Harus menciptakan sesuatu yang baru secara terus-menerus. “Sampai saat ini, Bumbu Rempah masih dalam tahap seperti itu, mencari tahu apa mau konsumen, mencari market di sekitar dan menyenangkan konsumen,” ucapnya.

Memulai usaha itu harus dari hati. Dari hobi, jangan asal kerja. Bila asal kerja saja, tentunya lelah akan terasa. Kalau hobi, rasa lelah pun akan terbayarkan. Itu sebab, dia masih tetap terjun langsung di restorannya. Dirinya tidak pilih-pilih kerjaaan ketika ada di restorannya. Apapun dikerjakan.

“Dalam pikiran saya, mendirikan bisnis harus bisa semuanya, harus bisa di kasir, bisa di dapur, bisa melayani tamu. Jadi, saya tidak tergantung dengan karyawan, saya juga bisa menjadi panutan yang baik untuk mereka,” jelasnya.

Harapan ke depan, lanjut Ribka, Bumbu Rempah bisa lebih sukses. Lebih maju. Lebih banyak lagi orang senang dengan makanan Bumbu Rempah. “Saya selalu berharap yang terbaik untuk restoran ini demi kedepannya,” tutupnya. 

Pluit kapuk > Profil

Daniel Akub, Mengutamakan Kualitas dan Pelayanan

Senin, 14 November 2016 14:38 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Farid Hidayat

Daniel Akub
Daniel Akub

Share this





“strength and weakness dalam berbisnis londri ini,”

Info Eksekutif - Sebelum memulai bisnis, luangkan waktu untuk mempelajarinya. Itulah prinsip Daniel Akub. Diterapkan untuk dua bisnisnya, jasa tiket online dan bisnis londri. Bisnis jasa tiket online dimulai sejak 2005 hingga sekarang. Kala itu, dia masih duduk di bangku SMA. Bisnis londri dimulai pada 2015. Simply Fresh Laundry Muara Karang, namanya.

Daniel menerangkan, bisnis londri dibesut karena melihat suatu permasalahan. Saat ini, mobilitas warga Jakarta semakin tinggi. Sebagian orang pasti tidak sempat mencuci pakaiannya sendiri. Tidak ada waktu untuk mencuci. “Dari sana, saya melihat peluang tersebut, saya pelajari, awalnya belajar dari teman, lalu melihat strength and weakness dalam berbisnis londri ini,” ujarnya.

Daniel pun mencari lokasi yang tepat. Menyesuaikan dengan target pasarnya. Dia berharap, jangan sampai salah memilih keduanya. Setelah itu, dia berpikir keras bagaimana memajukan bisnisnya. Salah satu yang menjadi perhatian yaitu soal pelayanan. Jangan sampai merugikan konsumen. Dia juga memperhatikan soal baju sobek, baju hilang, dan cuci baju tidak bersih. Semua itu bisa berdampak langsung pada kemajuan bisnis londri.

Pernah menemui kendala? Sudah pasti ada. Kendala ada pada sumber daya manusia. Padahal, owner selalu meluangkan waktu untuk memantau langsung pekerjaan para karyawan. "Walaupun sudah dibicarakan standar operasional kerja seperti apa, tetap saja ada yang lost maintenance. Kendalanya ada diinternal, soal yang lainnya tak ada kendala," ucapnya. 

Bagi yang ingin mencoba bisnis londri, kata Daniel, harus fokus. Salah satunya fokus pada pakaian yang bersih. Kadang mau untung besar tapi ada yang dirugikan. Seperti sabunnya dikurangi. Atau, mengeringkannya dijemur di bawah sinar matahari.

Dalam bisnis londri, kualitas didahulukan. Selebihnya, pelayanan ke konsumen. “Harapannya, pasti lebih banyak counter Simply Fresh Laundry di Jakarta dan harus tetap dipelajari bisnis yang sudah berjalan ini,” tutur pria kelahiran Jakarta, 30 September 1982 ini.

Pluit kapuk > Profil

Yana Waliana, Manajer The Seafood Tower

Jumat, 11 November 2016 14:36 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter : Farid Hidayat

Yana Waliana
Yana Waliana

Share this





Info Karier - Berkarier di dunia restoran karena diajak teman. Tak dinyana, sudah 16 tahun bekerja di bidang ini. Dia berkarier pada beberapa restoran. Mulai dari waiter, kapten, hingga sebagai manajer. Posisi terakhir itu sejak dia bergabung dengan The Seafood Tower.

“Prinsipnya harus bisa, bekerja keras, tanpa perhitungan dalam bekerja. Jadi, untuk bisa sampai saat ini perlu kerja keras,” ucap pria kelahiran Bandung, 26 Februari 1980 ini.

Sebagai manajer, Yana harus mengatur semua hal. Tak mudah memang. Tapi dia bekerja dengan tim. “Saya selalu menekankan team work, susah senang bersama, ada masalah juga menjadi tugas bersama, dipecahkan bersama, intinya kebersamaan,” jelas Pria yang pernah mengikuti Program Pendidikan Perhotelan di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Ariyanti, Jawa Barat.

Pluit kapuk > Profil

Emanuel Kristiyanto, Kepala SMP Tarkanita 2

Jumat, 11 November 2016 14:11 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter : Farid Hidayat

Emanuel Kristiyanto
Emanuel Kristiyanto

Share this





Info Karier - Lulusan sarjana sejarah Universitas Sanata Dharma ini mengawali kariernya pada 1994. Menjadi guru sekolah menengah pertama (SMP) swasta di Cimanggis. Mulai 1996 bergabung dengan SMP Tarakanita 2 Pluit.

Beberapa promosi jabatan diterimanya. Mulai dari guru pembina osis, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, akhirnya menjadi kepala sekolah. Sebagai kepala sekolah, Emanuel Kristiyanto menganggap dirinya sebagai partner kerja. Tidak ada jurang antara pemimpin dan bawahan.

Menurutnya, kerjaan berat akan lebih ringan bila dihadapi bersama-sama. Kepada murid, dia menekankan visi dan misi Tarakanita. “Saya juga menerapkan kejujuran terhadap anak-anak, hal itu mutlak kunci keberhasilan anak seperti tidak menyontek atau hal lainnya,” kata kelahiran Yogyakarta, 19 Desember 1969 ini .

Pluit kapuk > Profil

Wiwin Winarsih, Hipnoterapis Theta Center

Selasa, 18 Oktober 2016 14:46 WIB
Editor : Admin | Reporter : Farid Hidayat

Wiwin Winarsih
Wiwin Winarsih

Share this





Info Karier - Berawal dari kebutuhan untuk mengobati sakit anaknya. Mulai 2009, Wiwin Winarsih, CHt belajar metode pengobatan dengan hipnosis. Dia belajar ilmu hipnosis di Yan Nurindara School of Hypnotism. “Ilmu ini saya gunakan untuk anak saya hingga sekarang, dan tingkat kesembuhannya sangat luar biasa,” ucap wanita kelahiran 3 Januari 1976 ini.

Kini, Wiwin menjadi hipnoterapis di Theta Center. Mantan manajer di sebuah pabrik ini pun menjadi trainer untuk pelatihan ilmu hipnosis. Ke depan, Wiwin berupaya memperdalam ilmunya. Seperti metode healing dan bio energi. “Dengan Theta Center, saya berharap bisa dapat lebih membantu orang-orang yang memiliki masalah,” ungkap mantan guru bimbingan konseling ini.

Pluit kapuk > Profil

Deyo Meri, Operation Consultant Summer Town Kopitiam

Selasa, 18 Oktober 2016 13:57 WIB
Editor : Admin | Sumber : Team InfoPluitKapuk

Deyo Meri
Deyo Meri

Share this





Info Karier - Kelahiran Bandung, 27 Maret 1980 ini bergelut di bidang kuliner lebih dari 12 Tahun. Merantau ke ibukota sejak usia 24 tahun. Kariernya berawal sebagai part time bartender. Lalu, menjadi waiter. Tiap tahun meraih peningkatan karier. Terakhir, menjadi restaurant manager di Ismaya Catering. 

Pada Juli 2011, Deyo Meri bergabung dengan Summer Town Kopitiam. Awalnya sebagai manager. Tugasnya set up sistem restoran sejak awal berdiri. Kini, dipercaya menjadi operation consultant. Tepatnya, mengelola dua outlet Summer Town Kopitiam di Jakarta.

Dia berupaya menjaga kepercayaan owner. Juga, menjaga loyalitas karyawan. Tiap bulan selalu ada training untuk menjaga kualitas pekerjaan staf. “Mindset saya, bagaimana membuat staf nyaman dan happy. Semakin kita buat staf happy, semakin mereka akan membuat tamu kita happy. Sales akan berdatangan dengan sendirinya,” terangnya.

Pluit kapuk > Profil

Bobby Chandra, Membangun Sistem Bisnis

Kamis, 13 Oktober 2016 10:56 WIB
Editor : | Reporter : Farid Hidayat

Bobby Chandra
Bobby Chandra

Share this





“untuk memulai suatu bisnis adalah jangan pernah takut gagal dan selalu mau belajar,”

Info Eksekutif - Sejak kecil, Bobby Chandra menyukai dunia kuliner. Dia pun mempelajari sekaligus belajar usaha kuliner dari orangtuanya. Juga, kakek dan neneknya yang menjalani usaha kuliner sejak 1956.

Naluri bisnisnya kuat. Beberapa bisnis kuliner dibesutnya. Seperti, JunNjan Seafood Restaurant, Bros Burger, hingga The Seafood Tower. The Seafood Tower dibuka sejak Juli 2016. Idenya, karena resto tersebut sangat menarik. Di luar negeri sangat ramai dikunjungi pelanggan. Lalu, dia bawa konsep restoran itu ke Indonesia. Bobby berharap, The Seafood Tower bisa diterima oleh masyarakat Indonesia.

Pria kelahiran Jakarta, 3 Juni 1986 ini mengungkap, membuka usaha kuliner tidaklah mudah. Padahal, dia sudah memiliki pengalaman di bisnis kuliner. The Seafood Tower membutuhkan sistem yang berbeda. Terutama, human resources yang dibutuhkan harus memadai. 

“Beberapa prinsip saya untuk memulai suatu bisnis adalah jangan pernah takut gagal dan selalu mau belajar,” lanjutnya. Dalam memajukan bisnis, dia selalu menekankan fungsi monitoring dan controlling. Fungsi tersebut hanya bisa dijalankan dengan membuat sistem dan team yang baik.

Bobby menjelaskan, dalam bisnis kuliner harus diperhatikan kepuasan pelanggan. Service dan quality makanan pun harus diperhatikan. Saat ini, hampir setiap malam dan weekend selalu penuh. The Seafood Tower memiliki waitinglist yang panjang.  “Saat ini, saya sangat senang, The Seafood Tower bisa diterima dengan baik oleh masyarakat Jakarta,” jelasnya.

Dia berharap agar The Seafood Tower bisa terus berkembang dan lebih maju lagi, “Saya berharap memiliki nama yang abadi dan terus dikenal oleh masyarakat,” tutupnya.