Pluit kapuk > Pendidikan

Montessori Ajak Siswa Tingkatkan Pembentukan Karakter

Senin, 26 Maret 2018 18:23 WIB
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Adi Wijaya

Montessori PIK
Montessori PIK
Foto : Adi Wijaya

Share this








Pembentukan karakter siswa Montessori untuk menunjang nilai akademis

PENJARINGAN - Nilai akademis tinggi masih menjadi acuan bagi sejumlah sekolah untuk mengukur kesusksesan anak didik. Penggemblengan transfer ilmu pun dilakukan setiap saat hingga akhirnya anak didik tak punya kesempatan untuk bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.

 

Namun tak begitu pada Montessori School Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara. Terbentuknya karakter moral justru dianggap penting bagi penunjang nilai akademis yang diperoleh anak didik.

 

Principal Montessori School PIK, Januati Halim menjelaskan, tiap anak didik selalu ditanamkan sikap moral bagi kelangsungan makhluk hidup disekitarnya. Pembentukan karakter moral ditanamkan melalui edukasi 'Six Pilar of Character by Powel'. Keenamnya yakni Kewarganegaraan (Citizenship), Penghargaan (Respect), Kepercayaan (trustworthiness), Kepedulian (Caring), Keadilan (fairness), serta tanggung jawab (Responsibility).

 

"Seminar ini merupakan salah satu agenda besar kami. Mengajarkan agar anak didik memiliki moral karakter tersebut," jelas Januati, saat ditemui di Montessori PIK, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (26/3/2018).

 

Diterangkannya, pembentukan karakter dilakukan agar anak didik siap untuk menghadapi persaingan global. Sebab, beberapa negara di dunia telah menganggap Spiritual Suotient (SQ) lebih penting daripada Intelligence Quotient (IQ).

 

"Kami berusaha menyetarakan (balance) antara SQ dan IQ sebagai penunjang keberhasilan anak didik. Memaksimalkan untuk mentransformasi anak didik dalam kehidupan dunia," terangnya.

 

Tak hanya itu, lanjutnya, pembentukan karakter juga dilakukan dengan mengajarkan anak untuk menyayangi lingkungan sekitar. Mulai dari disiplin diri, hingga berbagi sesama makhluk hidup. 

 

"Kita juga mengajarkan anak didik untuk hemat energi. Mereka telah memahami pentingnya melestarikan alam demi kelangsungan kehidupan pada masa mendatang," tutupnya.