Pluit kapuk > Pendidikan

Cara Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus

Rabu, 13 September 2017 16:13 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Farid Hidayat

Salah satu lembaga pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus
Salah satu lembaga pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus
Foto : Farid Hidayat

Share this








Perhatian lebih dan tidak menjadikan momok merupakan kunci orang tua untuk mendidik anak yang memiliki kebutuhan khusus (ABK).

PENJARINGAN - Bagi orang tua yang mempunyai anak berkebutuhan khusus (ABK) wajib memberikan perhatian lebih. Namun, orang tua seringkali merasa kebingungan untuk menghadapi sikap ABK yang super aktif.

Susianni Tirtorahardjo Assistant to Director Indonesia Center for Autism Resource & Expertise mengatakan, sabar menjadi kunci utama bagi orang tua untuk mendidik anak-anaknya, terutama mereka yang terlahir dengan kebutuhan khusus.

Ia mengatakan, ABK bukan merupakan momok bagi orang tua, karena mereka memiliki kelebihan ketimbang anak normal lainnya. Cara terbaik tersebut, sebagai  solusi untuk menghadirkan ABK di tengah-tengah masyarakat agar dapat  bergaul dan berinteraksi dengan anak normal lainnya.

"Orang tua harus bisa adjust anak berkebutuhan khusus untuk hadir di tengah-tengah masyarakat normal. Namun, sebelumnya orang tua harus memahami kondisi sang anak, oleh karena itu pemahaman mengenai sifat dan karakter anak harus diberitahu terlebih dahulu kepada orang sekitar agar mereka pun bisa lebih aware pada anak berkebutuhan khusus," papar Susianni saat diwawancarai di Holiday Inn Express Pluit Citygate pada acara IHG Foundation Week, Rabu (13/9/2017).

Tingkat kemampuan ABK beradaptasi dengan orang sekitar tentu berbeda-beda. Sebaiknya orang tua memahami kebutuhan anak mereka terlebih dahulu, agar dapat belajar memahami orang-orang di lingkungan sekitar.

"Semakin cepat orang tua melatih anak berkebutuhan khusus untuk berbaur dan berinteraksi dengan orang-orang normal maka lebih baik untuk mereka," lanjutnya.

Selain itu, orang tua juga bisa mengikutsertakan anak berkebutuhan khusus ke dalam kegiatan yang bisa mengurangi gejala Autisme Spectrum Disorder (ASD). Seperti, terapi yoga dan terapi melukis yang baik untuk melatih kemampuan mereka.

"Orang tua tak boleh lelah untuk terus menggali potensi yang dimiliki oleh abk agar bakat mereka bisa tereksplor mengingat tingkat kreatifitas anak berkebutuhan khusus sangat tinggi," tutupnya.