Pluit kapuk > Pendidikan

Batasi Gadget Anak, Baikkah?

Kamis, 08 Februari 2018 20:01 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Adi Wijaya

Keluarga Lina Kartika
Keluarga Lina Kartika
Foto : istimewa

Share this








Gadget dapat membuat pemakainya ketergantungan, tidak hanya dewasa melainkan juga anak-anak.

PENJARINGAN - Perkembangan teknologi kian berkembang pesat. Keberadaan gadget membuat hampir semua hal menjadi lebih praktis. Seakan ‘semua dalam genggaman’. Wajar saja, bila peran gadget menjadi sangat vital dan membuat ketergantungan.

Bagi kalangan dewasa, ini tidak terlalu berpengaruh. Namun, bagaimana jadinya jika gadget digunakan anak dibawah umur (kurang dari 17). Tentu rentan mengganggu perkembangan fisik, psikologi, maupun sosial mereka.

Sebab, penggunaan gadget yang berlebihan membuat anak terhipnotis hingga malas gerak. Lebih parah, sampai malas bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

Alasan itulah yang membuat Owner Bakmi Kofei Pluit Sakti Lina Kartika waspada. Dia kerap membatasi kedua anaknya, Patricia Angela (11) dan Raimon Maximilion (9).

"Gadget hanya saya berikan kalau mereka mendapatkan nilai bagus di sekolah atau pun hari libur," kata Lina, saat ditemui di outlet Bakmi Kofei 6, Jalan Pluit Sakti No 33, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (7/1/2018).

Tujuannya, hanya pembatasan agar anak tidak terlalu terkontaminasi dengan dunia digital. Sehingga, informasi yang diperoleh dapat lebih terarah sesuai umur mereka. Juga, anak dapat lebih membentuk dunia sosialnya.

"Internet engga ada tuh batasan penggunanya. Sebisa mungkin pengguna yang harus bijak. Informasi apa saja ada. Anak yang kebanyakan main gadget cenderung asik sendiri dan tidak bisa bersosialisasi," jelasnya.